1. Reaksi hipersensitivitas tipe 1 Memiliki ciri-ciri sebagai berikut; v Rx hipersensitivitas tipe cepat. v Ig yang berperan : Ig E. v Contoh : asma, rinitis, dermatitis atopi, urtikaria, anafilaksis. v Mekanisme: Antigen merangsang sel B untuk membentuk Ig E dengan bantuan sel Th. Ig E kemudian diikat oleh mastosit melalui reseptor Fc. Bila terpajan [...]
Archive for the ‘imunologi virologi’ Category
reaksi hipersensitivitas
Posted: December 2, 2009 in imunologi virologi, kesehatanTags: definisi kanker, Hipersensitivitas, mekanisme
demam berdarah dengue dan japanese encephalitis
Posted: May 20, 2009 in imunologi virologiTags: Arbovirus grup B, Culex, DBD, demam berdarah, Flavivirus, fogging, japanese encephalitis
DEMAM BERDARAH DENGUE Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemorrhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue Famili Flaviiviridae dengan genusnya adalah Flavivirus. Virus ini mempunyai empat serotype yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. selama ini secara klinik mempunyai tingkat manifestasi yang berbeda, tergantung dari serotype virus Dengue tersebut. Morbiditas penyakit DBD [...]
Demam berdarah dengue
Posted: March 17, 2009 in imunologi virologiTags: 3M, Anopheles, demam berdarah, dengue fever, hospes, japanese encephalitis, leukopenia, VIRUS
Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemorrhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue Famili Flaviiviridae dengan genusnya adalah Flavivirus. Virus ini mempunyai empat serotype yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. selama ini secara klinik mempunyai tingkat manifestasi yang berbeda, tergantung dari serotype virus Dengue tersebut. Morbiditas penyakit DBD menyebar di Negara-negara [...]
I.1 Pendahuluan Reaksi Hipersensitivitas yaitu reaksi imun patologik, terjadi akibat respons imun yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh. Reaksi tersebut oleh Coombs dan Gell dibagi menjadi 4, yaitu : Reaksi Tipe I Reaksi Tipe II Reaksi Tipe III Reaksi Tipe IV Ada juga reaksi tipe V yang berhubungan dengan tirotoksikosis. Akan tetapi tipe V [...]
2.1 Klasifikasi Virus Berdasarkan Morfologi Definisi Virus Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan mengendalikan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak [...]
1. A. Sifat-sifat Virus Virus adalah agen infeksius terkecil (dengan diameter antara 20 nm sampai dengan kira-kira 300nm) yang hanya mempunyai 1 jenis asam nukleat (RNA atau DNA saja) sebagai genom mereka. Asam nukleat terbungkus mantel protein yang dikelilingi oleh membran dari lipid. Unit infeksius secara keseluruhan disebut virion. Dalam lingkungan ekstraseluler virus akan bersifat [...]
Hipersensitivitas
Posted: October 31, 2008 in imunologi virologiTags: Anemia Hemolitik autoimun, Hipersensitivitas, Mekanisme CMI, Sindrom Goodpasture
II.1 Reaksi Hipersensitivitas Tipe I Reaksi hipersensitivitas tipe I atau anafilaksis atau alergi yang timbul segera sesudah badan terpajan dengan alergen. Semula diduga bahwa tipe I ini berfungsi untuk melindungi badan terhadap parasit tertentu terutama cacing. Istilah alergi pertama kali diperkenalkan oleh Von Pirquet pada tahun 1906, yang diartikan sebagai reaksi pejamu yang berubah. Pada [...]
Sistem imun
Posted: October 31, 2008 in imunologi virologiTags: interleukin, MHC, Sel Fagosit, Sel Mediator, Sel Natural Killer, Sel-Sel Sistem Imun Nonspesifik
A. Sel-Sel Sistem Imun Nonspesifik Sel sistem imun non spesifik bereaksi tanpa memandang apakah agen pencetus pernah atau belum pernah dijumpai. Reaksinya pun tidak perlu diaktivasi terlebih dahulu seperti pada sistem imun spesifik. Lebih jauh lagi respon imun non spesifik merupakan lini pertama pertahanan terhadap berbagai faktor yang mengancam. Sel-sel yang berperan dalamnsistem imun nonspesifik [...]
A. Antigen ANTIGEN Pendahuluan Antigen merupakan bahan asing yang dikenal dan merupakan target yang akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Antigen ditemukan di permukaan seluruh sel, tetapi dalam keadaan normal, sistem kekebalan seseorang tidak bereaksi terhadap selnya sendiri. Sehingga dapat dikatakan antigen merupakan sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun, terutama dalam produksi antibodi. Antigen biasanya [...]
KEKEBALAN
Posted: September 28, 2008 in imunologi virologiTags: ALAMI, ANTIBODY, BUATAN, KEKEBALAN, KULIT, SITOKIN
KEKEBALAN ALAM A. Definisi Kekebalan alam atau respon imun nonspesifik adalah suatu protect atau wujud dari reaksi perlawanan yang sudah dimiliki atau didapatkan sejak lahir untuk melawan organisme asing yang masuk ke dalam tubuh. Respon imun nonspesifik dapat langsung bekerja begitu ada ancaman dari bahan asing yang masuk ke dalam tubuh walauppun tubuh sebelumnya tidak [...]

