· Streptomisin Streptomisin in vitro bersifat bakteriostatik dan bakterisid terhadap kuman tuberculosis. Kadar paling rendah dari Streptomisin agar dapat memberikan efek menghambat pertumbuhan kuman M.tuberculosis sebesar 0,4 µg/ml. Beberapa tipe mikobacterium, seperti fotokromatogen, skotokromatogen, nonkromatogen, dan spesies yang tumbuh cepat tidak peka terhadap streptomisin. Streptomisin in vivo bersifat supresi.
Archive for the ‘farmakoterapi’ Category
DIAGNOSIS PENYAKIT PARU OBSTRUKSI MENAHUN
Posted: January 15, 2010 in farmakoterapiTags: CPOD, diagnosis, penyakit paru obstruksi menahun, PPOM
Diagnosis Riwayat lengkap dan pemeriksaan fisik yang mendetail penting untuk menegakkan diagnosis PPOM. Pasien PPOM biasanya memiliki gejala asimtomatik. Penyakit ini tak terdiagnosis hingga paru-paru menunjukkan suatu gejala atau hingga pasien mengambil perawatan medis. Pada PPOM yang ringan, mungkin tidak ditemukan kelainan selama pemeriksaan fisik, kecuali terdengarnya beberapa mengingat pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop. Suara [...]
Reumatoid artritis
Posted: January 15, 2010 in farmakoterapiTags: epidemiologi, farmakoterapi, gejala, reumatoid artritis
Rheumatoid arthritis adalah salah satu kondisi inflamasi kronik paling umum, menyerang banyak orang. Ini adalah penyakit progresive pada periferal lpisan sinovial yang di tandai oleh inflamasi simetris yang potensial membentuk poliarthritis dan perluasan lainnya.

