lingkungan kita

Skripsi Ramah Lingkungan


Kertas menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang pendidikan. Walaupun teknologi digital menjadi alternative, kebutuhan kertas masih menjadi pendukung utama mengingat akses teknologi masih belum menjangkau semua lapisan masyarakat. Hasil survey oleh Spire Research pada Maret 2008, diperoleh data bahwa terjadi peningkatan konsumsi kertas oleh 40% perusahaan di Indonesia

Konsumsi kertas yang semakin meningkat dapat pula menimbulkan kerusakan hutan. Sebanyak 70% hutan di Indonesia hilang setiap tahunnya akibat produksi kertas. Hal itu disebabkan serat kayu merupakan bahan baku utama dalam pembuatan kertas. Setiap produksi 1 kg kertas, dibutuhkan 3 kg kayu. Menurut Rainforest Information Center, pohon dengan lebar 2.67 meter, panjang dan tinggi masing-masing 1.3 meter dapat menghasilkan 0.5-1 ton kertas atau 942.100 halaman buku atau 4.384.000 perangko atau 2700 eksemplar koran. Sementara itu, diperkirakan dibutuhkan sekitar 97 juta pohon untuk memproduksi kertas yang dibutuhkan oleh angkatan kerja di Indonesia. Angka tersebut tentu saja belum termasuk kebutuhan profesi dan aktivitas lain yang menggunakan kertas.

Paparan diatas jelas mengemukakan bahwa biaya lingkungan yang harus dibayar sebagai akibat penggunaan kertas bahkan jauh melebihi nilai produksi kertas yang hanya Rp 22,00 per lembar kertas HVS A4. (Pratiwi,2010)
Untuk mengurangi kerusakan lingkungan tersebut, diperlukan tindakan alternatif yakni dengan pengurangan konsumsi kertas. Institusi pendidikan salah satunya Perguruan Tinggi memiliki kewenangan besar khususnya dalam penerapan kebijakan khususnya dalam hal pnggunaan kertas.
Penggunaan kertas bolak balik akan mengurangi penggunaan kertas sebanyak 50%. Pembuatan skripsi misalnya, di Universitas Indonesia, Skripsi dibuat minimal rangkap 3, dengan rata-rata 100 halaman/skripsi. Jika diasumsikan tiap universitas melakukan hal yang sama, dengan lulusan perguruan tinggi sebanyak 200 ribu pertahun, maka terdapat 60 juta lembar kertas yang setara dengan 4,8 juta ton kertas HVS berat 80 gram. Jika 1 kg kertas membutuhkan 3 kg kayu, maka kayu yang dibutuhkan mencapai 14,4 juta ton kayu untuk memenuhi kebutuhan skripsi saja. Penggunaan kertas bolak balik akan mengurangi kebutuhan kayu, sehingga penebangan pohon pun diharapkan berkurang menjadi setengahnya. Sebuah fakta yang menarik adalah, penghematan penggunaan kertas sebanyak 10% dapat mencegah 1,6 juta ton emisi gas rumah kaca yang setara dengan menarik 280.000 mobil dari jalanan. Begitu pula apabila setiap orang mampu menyelamatkan sisi kertas yang tidak digunakan tentu akan dapat menyelamatkan bumi dari emisi global warming. (Pratiwi, 2010)
Hal lain yang perlu dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam penyimpanan arsip, media pembelajaran serta kegiatan administrasi. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah konsumsi pohon lebih banyak. Hal-hal kecil tersebut perlu dilakukan khususnya oleh perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga pohon-pohon yang harus ditebang semakin berkurang dan memperkecil kerusakan hutan yang menjadi paru-paru dunia.

Sumber:
Pratiwi Eka Puspita (2010) Langkah Sederhana “Paperless Concept” dalam Menyelamatkan Hutan. http://www.mediaindonesia.com/webtorial/klh/?ar_id=NzQzMg==

30 Persen Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur (2010) http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/02/15/78005/30-Persen-Lulusan-Perguruan-Tinggi-Menganggur

2 thoughts on “Skripsi Ramah Lingkungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s