tentang islam

“Bekal” ke akhirat


O Genki desu ka?

I hope we always say; Hai, Genki desu.

Tak terasa, Ramadhan sudah di ambang pintu. Sudah sejauh mana persiapan kita? Yup2 ramadhan adalah salah satu bagian dari bulan kompetisi fastabiqul kahirat. Inget setelah Ramadhan ada agenda apa? Mungkin diantara kita ada yang pulang kampung. Lalu apa bekal kita? Tentunya kita gak mau pulang kampung dengan bekal pas2an kan? Ada oleh2 yang harus dibawa, dan otomatis bekal ke sana pasti lebih banyak. Karena kita gak mau diturunin di tengah jalan sama supir angkot …hehehe.

Analoginya sama seperti saat kita hidup di dunia. Kita berlomba2 mencari kebaikan, supaya kita bisa selamat ke kampung halaman kita di surga, ya kan? Bukankah kakek dan nenek kita, adam dan hawa itu tinggalnya di surga? Nah, pastinya kita gak mau, karena kurang bekal, terpeleset di jembatan shiratal mustaqim, atau hal2 lain yang gak kita inginkan. Nah untuk melengkapi bekal kita, kita harus  banyak2 mengumpulkan kebaikan dan amal.

Ada berbagai macam jenis amal, ada amal jasadiyah, fikriyah maupun ruhiyah. Yang punya kemampuan jasadiyah terbatas, mungkin dapat melakukannya secara fikriyah ataupun ruhiyah. Jika dilihat lebih dalam, Islam itu memang syumul,,liat aja ibadahnya gak cuma dari satu aspek tapi dari 3 aspek yang menjadi satu kesatuan.

Trus apa syarat beramal?

Syarat beramal yang pertama adalah ikhlas. Satu kata menurut saya untuk ikhlas; susah. Ada sedikit percakapan antara saya sama kakak kelas saya yang sekarang alhamdulillah sekarang sudah mempunyai nama tambahan S.Farm.

Kisah ini berawal dari kejenuhan saya mengikuti kuliah. Jumat itu, ada kuliah —–. Suasana kelas memang cukup mendukung untuk menina-bobokan saya. Suara dosen yang kurang jelas, perut kenyang setelah makan siang, serta suasana kelas yang sejuk membuat saya benar-benar nyaman. Untuk menghilangkan kantuk, saya mencari kegiatan yang dapat menghilangkan kantuk. Iseng-iseng saya curhat dengan teman yang kebetulan duduk di belakang saya menggunakan kertas. Isinya  :

-kak nanya dund..kalo kecewa itu tanda gak ikhlas ya?

=iya..lah..

Kalo ikhlas bakal nerima dengan lapang dada…hehehe J

-jadi ga boleh ya? Hehe

=tergantung, emang kenapa nurli?

-tergantung apa?

=tergantung kenapa kecewanya..

-kecewa sama sikap orang misalnya hahaha…

=manusiawi sih sebenernya kecewa itu,, disampein aja biar jadi sama-sama enak.. nurli ga ‘nyimpen sesuatu, dan dia juga jadi belajar..jadi intinya sih..boleh ato ga nya kecewa tergantung menyikapinya..:-)

-berarti nurli masih manusia kan ?? hihihi

=hwhwhwhw..

——-

16/10/09

Kebetulan saya duduk di belakang dan tidak memperhatikan teman saya yang sedang presentasi. Tiba-tiba dosen itu menunjuk seseorang yang duduk belakang..

Kamu! Yang duduk dibelakang! Presentasi di depan!, kata dosen

Aku pun menoleh ke kanan dan ke kiri. “kamu ngapain nengok2? Maju!” perintahnya

Akupun baru sadar jika ternyata akulah yang disuruh maju. Malu sih.. tapi dalam hati sebenernya pengen banget ngakak ( hahahaha:-D) daaaan presentasi nya pun selesai.

Temanku menghibur,” ga papa lagi, lumayan maju, kan dapet tambahan nilai”

“majunya sih oke, tapi, majunya kan gara-gara berisik di belakang. Maju tidak terhormat hehehe.” batinku

Minggu depannya lagi, kami mengikuti mata kuliah yang sama. Ternyata temanku pun disuruh maju ke depan untuk presentasi. Dan dia duduk ditempat aku duduk minggu lalu. Jangan duduk di situ lagi, deh dan ga ngobrol via apapun waktu lagi kuliah..kisah kenakalan yang tak terlupakan..

Nah gitu, gak nyambung y? tapi intinya sih kalo kita ikhlas dengan keadaan yang dialami, kita akan menerima apapun atau orang lain apa adanya bukan ada apanya (loh?). Kasusnya klasik juga, mungkin di awal kita ikhlas tapi diakhir….. (krik krik krik). Pernah dapet tausiyah dari teman saya;

Jika diawali dengan Allah mengapa harus di akhiri manusia?

Apa indikator ikhlas? Dia mampu mengatur jadwal sehingga dia dapat mengurangi uzur2 yang tidak seharusnya. Nah ada cerita; waktu itu ada sms ada liqo jam 7 di halim, cengkareng. Padahal rumahnya di depok,,waduh gimana tuh? Akhirnya bada subuh langsung cao, makan pagi seadanya dan bawa bekal secukupnya..

Yang kedua adalah tidak mengungkit-ungkit apa yang dilakukan. Yang ketiga adalah persiapan. Ibarat orang mau perang, persiapannya kan gak cuma pedang dan perisai tapi ketrampilan, obat2 an, kuda dll. Ada cerita lagi (ga papakan ya?); waktu itu ada sekelompok halaqah dimana salah satu menteenya hadir dengan ga bawa quran. Lantas MR nya berkata; “ ssubhanallah mentee an ud hafiz”. Hehehe. Kalo liqo misalnya, bawa peralatan yang lengkap dll.

Next apa gunanya ikhlas?

Pertama dapat mengusir kebimbangan. Misalnya kalo kita mau beramal nih, ada kebimbangan; “duh kok susah ya? Kok gini? Kok gitu sih?” dengan keyakinan kita dan niat kita karena Allah, insya allah terlaksana.

Kedua adalah mengurangi kejahiliyahan diri. Orang kafir Quraisy zaman dahulu, bukannya bodoh tidak mau mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan utusan Allah, tapi karena kesombongan mereka, mereka gak ikhlas kalo Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.

Next, syarat beramal adalah ilmu. Dengan ilmu kita bisa tau amal soleh dan amal salah. Selain itu kita jadi tau prioritas amal, sehingga kita jadi semangat meraihnya.

Ketiga dalam beramal syaratnya adalah mengikat diri dlam jamaah. Katanya sih ga ada tuh yang namanya khilafah atau jamaatul muslimin sekarang, adanya Jamaatul minal muslimin (HayoO baca buku Lagee) seperti HTI, Salafi, IM, JT dll(Kalo ga salah inget).. pentingnya kita terikat dalam sebuah jamaah adalah membuat kita jadi banyak belajar, belajar memahami bersama orang lain sehingga membuat kita tidak menjadi orang yang sombong.

Hidup adalah rangkaian proses belajar.

Belajar bersyukur meski tidak cukup.

Belajar ikhlas meski tidak rela.

Belajar taat meski berat.

Belajar sabar meski terbebani.

Belajar menjaga diri meski tergoda.

Belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang.

Tapi sudah kodrat hati seperti air laut, pasang surut.

Maka dari itulah tetap harus terus belajar untuk tetap berada di Jalan yang benar.

Sms tausiyah;22/7. 21:52

Kayaknya itu aja.. waktunya belajar farkin..^^

Aufwiedersehen!!

Wassalamualaykum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s