tentang islam

Syukur


Menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada yang kuasa

Cinta kita di dunia.. selamanya

(Nidji; Laskar pelangi)

Dari sd-sampe sekarang sering deh denger kata syukur. Banyak sekali pengertian tentang syukur. Jika ditarik benang merah (padahal saya suka nya biru), arti syukur itu bermuara pada makna terimakasih. Syukur itu ga ada ruginya. Itu tersurat pada surah An-Naml: 40

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari alkitab,aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya , ia pun berkata, “ini termasuk karunia Tuhan-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha mulia.”

Dr Aidh Al-Qarni dalam bukunya La-Tahzan menulis; Kehidupan Anda adalah cerminan dari apa yang Anda pikirkan. Artinya, semua hal yang Anda pikirkan dan Anda Anda hayati akan sangat berpengaruh pada kehidupan Anda, baik ketika bahagia maupun sengsara. Seburuk apapun keadaan kita, sebenarnya tidak akan lebih buruk bila kita menyikapinya dengan baik. Jika kita merasa sangat berat menjalani kuliah, begitu banyak tugas dan tekanan maka bersyukurlah karena kita diberi kesempatan untuk mencicipi bangku kuliah, masih bisa menggapai cita-cita dari sini. Jika kita sedang dalam keadaan sempit di himpit masalah, bersyukurlah bahwa kita diberi kesempatan belajar untuk menjadi dewasa. Belajar bersyukur berarti belajar berpikir positif. Islam mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif, mengajarkan kita untuk menghadapi masalah lewat kacamata yang berbeda, bagaimanapun keadaan kita..

“Sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah

baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan

baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah

kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin.”

Kita tidak dapat menghitung nikmat Allah secara pasti, tapi nikmat Allah yang tak terhitung adalah sebuah kepastian. Satu hal yang harus kita syukuri adalah Nikmat-Nya.

Nikmat Allah ada yang zhahir (nyata) dan ada yang batin. Nikmat Zhahir adalah nikmat yang ada dalam diri kita, nikmat untuk melakukan aktivitas kehidupan. Simplenya gini, anda tengah membaca tulisan ini,, lalu bagaimana jadinya jika anda kelilipan? Bedakan rasanya dengan yang sehat. (Ya iyalah). Itu baru kelilipan, belum lagi ada contoh buta dan lain2. kita diberi nikmat untuk hidup di dunia ini, bersyukurlah karena berarti kita akan diberi kesempatan untuk menikmati syurga juga (amin..),, makanya penting berbekal untuk hari yang kekal nanti supaya kita jadi orang-orang yang terpilih. Kalo mau tahu lebih jauh tentang nikmat, baca aja deh surah Ar-Rahman..

Selanjutnya nikmat batin, nikmat batin itu berarti nikmat zhahir yang dikaitkan dengan fungsi non fisik. Contohnya lagi tentang mata, mata kan fungsi fisiknya untuk melihat,,syukur kita adalah menempatkan fungsi mata untuk melihat yang baik-baik, membaca Al-Quran, belajar dll. Nah, nikmat zahir dan batin yang sinergis akan menumbuhkan sifat takwa. Takwa itu indikatornya ibadah baik secara kualitas maupun kuantitas..berbicara kualitas emang susah dilihat, walaupun kualitasnya belum seberapa kita tingkatin aja kuantitasnya..kelihatan kan ada korelasi antara ibadah dan syukur.

Syukur ada rukunnya juga (Arkanul AsSyukri) meliputi;

1. Al I’tirofi (Pengakuan)

Pengakuannya berupa pengakuan tulus mukmin kepada Allah , bahwa Allah ada, berkehendak dan berkuasa. Inget cerita Qarun? Dia tidak mengakui bahwa harta kekayaannya berasal dari Allah tapi dari dirinya sendiri. Akibatnya ia diazab oleh Allah karena ingkar. Rasa syukur itu butuh pengakuan, di hati.

2. AtTahaduts

Mengakui itu gak cukup. Menyatakan nikmat adalah wujud rasa syukur kita. Lafazkan Hamdallah,,nikmat apapun itu.

3. Ziyadatun ni’mah

Bertambahnya nikmat harus diiringi dengan bertambahnya amal…niscaya Allah akan menambah nikmat kita

Yup! Satu tambahan amalan kita, minimal mengucapkan Hamdallah setelah memperoleh nikmat. Sepele sih, .tapi bernilai besar jika dilakukan secara istiqomah. Semoga kita menjadi bagian orang-orang yang senantiasa bersyukur.

12 January 2010 (11:15 pm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s