kesehatan

baik buruknya minum teh



Jangan minum teh berlebihan. Anda bisa mengalami keracunan kafeina

kronis. Bila minum 5 cangkir teh setiap hari yang setara dengan 600 mg

kafeina, lama kelamaan akan memperlihatkan tanda dan gejala seperti

gangguan pencernaan makanan (dispepsia), rasa lemah, gelisah, tremor,

sukar tidur, tidak nafsu makan, sakit kepala, pusing (vertigo),

bingung, berdebar, sesak napas, dan kadang sukar buang air besar.

Menurunkan berat badan

Studi terbaru yang dilakukan terhadap potensi teh adalah peranannya

membantu menurunkan berat badan seperti dilaporkan dalam American

Journal of Clinical Nutrition, 1999 . Penelitian tersebut dilakukan

oleh Institute of Physiology , University of Fribourg , Switzerland ,

yang melibatkan 10 orang sebagai sampel. Para peneliti melakukan

pengukuran 24 jam energi expenditure pada subjek yang diberi kafein

(50 mg), ekstrak teh hijau (50 mg kafein dan 90 mg EGCg), serta

placebo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak teh

hijau secara bermakna meningkatkan 4% energi expenditure bila

dibandingkan placebo. Dari penelitian tersebut, teh hijau diketahui

mempunyai potensi sebagai thermogenesis sehingga mampu meningkatkan

pembakaran kalori dan lemak yang berimplikasi terhadap penurunan berat

badan.

Hasil studi ini menjanjikan potensi penggunaan ekstrak teh hijau dalam

program penurunan berat badan, di samping melakukan pembatasan

konsumsi kalori (diet).

Menurunkan risiko penyakit kanker

Berbagai hasil studi menunjukan konsumsi teh berperan dalam menurunkan

risiko penyakit kanker. Senyawa polyphenol dalam teh mampu memberikan

perlindungan terhadap zat karsinogenik. EGCg yang terdapat dalam teh

hijau merupakan senyawa aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya

kanker.

Studi epidemiologis di Jepang menunjukkan bahwa tingkat kematian

akibat kanker penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau

amat sedikit. Suatu studi lainnya di Jepang melaporkan bahwa catechin

dapat membunuh Helicobacter pylori , yaitu bakteri pemicu kanker

lambung.

Suatu studi di Iowa, Amerika Serikat yang diterbitkan dalam American

Journal of Epidemiology edisi Juli 1996 terhadap lebih dari 35.000

wanita pascamenopause melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan

kanker. Hasil studi tersebut menyimpulkan mereka yang mengkonsumsi

sekurangnya 2 cangkir teh hitam sehari akan berkurang risikonya

terkena kanker kandung kemih sebanyak 40%, dan 68% pada penyakit

kanker saluran pencernaan bila dibandingkan dengan mereka yang tidak

mengkonsumsi teh.

Berikut ini adalah teori yang berkembang bahwa teh memiliki kemampuan

sebagai pencegah penyakit kanker.

1. Senyawa antioksidan dalam teh mencegah terjadinya kerusakan DNA

oleh radikal bebas.

2. Polyphenol mencegah terjadinya pertumbuhan sel yang tidak

terkendali sehingga mampu memperlambat perkembangan kanker.

Bikin Rileks.

Pada umumnya, manusia dan binatang selalu menghasilkan suatu getaran

(pulse) listrik yang sangat lemah pada permukaan otak, yang sering

disebut sebagai gelombang otak (brain waves). Berdasarkan

frekuensinya, gelombang tersebut dikelompokkan menjadi empat jenis,

yaitu gelombang ? (0,5-3 Hz: kondisi mental tidur nyenyak), ? (4-7 Hz:

tidur sejenak), ? (8-13 Hz: bangun, relaksasi), dan ? (Ž 14 Hz:

bangun, eksitasi). Telah diketahui pula, bahwa gelombang otak ?

dihasilkan selama keadaan rileks. Oleh karenanya generasi gelombang ?

dinyatakan sebagai indeks relaksasi.

Juneja dkk (1999) telah mengukur gelombang otak para wanita yang telah

diberi asupan teanin sekali seminggu sebanyak 200 mg (dalam 100 ml)

selama dua bulan. Hasilnya, gelombang otak mereka didominasi jenis ?,

sementara yang minum air saja (kontrol) menunjukkan hanya sejumlah

kecil gelombang tersebut. Tampak jelas pula intensitas akumulasi

gelombang ? ini setelah 30 menit mengonsumsi teanin. Generasi

gelombang jenis ini mengindikasikan keadaan responden merasa rileks.

Teanin memang tergolong senyawa yang mudah diabsorbsi di saluran

intestinal (usus) , yang selanjutnya mengalir sampai otak. Di sinilah

teanin akan berinteraksi dengan neurotransmiter sehingga memberikan

efek terhadap emosi atau keadaan mental seseorang. Konsentrasi

neurotransmiter dopamin meningkat secara signifikan setelah menerima

asupan teanin. Hasil pengamatan Yokogoshi dkk (1998) dari Universitas

Shizuoka, Jepang juga menunjukkan bahwa pemberian teanin ke dalam

striatum otak melalui mikroinjeksi menyebabkan peningkatan pelepasan

dopamin. Pelepasan neurotransmiter ini akan memberikan perasaan senang

dan memperbaiki suasana hati (mood).

Menurunkan tekanan darah

Pengaturan tekanan darah telah diketahui berkaitan erat dengan neuron

katekolaminergik dan serotonegik di dalam sistem saraf otak dan

peripheral (tepi). Karena teanin dapat menurunkan neurotransmitter

serotonin, maka substansi ini juga dipercaya dapat menurunkan tekanan

darah. Penelitian yang dilakukan Yokogoshi dkk (1995) menunjukkan

bahwa pemberian teanin melalui injeksi intraperitoneal pada tikus

hipertensif, secara nyata menurunkan tekanan darahnya atau dapat

bersifat antihipertensif. Sementara, pemberian dengan glutamat yang

struktur kimianya serupa teanin, tidak memberikan aksi

antihipertensif. Boleh jadi atas kemampuannya inilah, teanin mempunyai

efek yang lembut (calm) terhadap keadaan mental atau emosi.

Sebagaimana dikemukakan di atas, pemberian asupan teanin memiliki efek

yang signifikan terhadap pelepasan dopamin dan penurunan serotonin.

Diketahui pula, kedua neurotransmiter sangat berhubungan dengan

kemampuan mengingat (daya memori) dan belajar (learning). Oleh karena

itu, sebagian peneliti berkeyakinan bahwa teanin juga dapat

memperbaiki kemampuan tersebut pada manusia. Hal ini didukung oleh

hasil pengamatan pada hewan coba yang menunjukkan terdapat efek yang

positif terhadap kemampuan kognitif tersebut.

Jadi, minum teh hijau di pagi hari sehabis bangun pagi atau pulang

kerja, saat menerima tamu, chatting dengan teman atau tea break saat

istirahat sehabis seminar atau rapat, merupakan kebiasaan yang baik

lantaran aksi L-teaninnya dapat menurunkan stress/ketegangan dan

memberikan perasaan lebih rileks dan tenang.

Masalah 1: Diare

Solusi: Teh hijau

Jika penyebabnya adalah invasi salmonella, bakteri penyebab diare,

maka cobalah teh hijau. Salah satu kandungan teh hijau bernama

polyphenol terbukti ampuh meningkatkan daya tahan tubuh terhadap

bakteri, termasuk salmonella. Setidaknya, itulah hasil penelitian yang

dilakukan ahli dari bagian Patologi Klinik dan bagian mikrobiologi

Universitas Gadjah Mada, Dr. Tri Ratnaningsih. Seperti dimuat Medical

Journal of Indonesia, pemberian polyphenol pada tikus -kelompok I

mendapat polyphenol 10 mg/hari, kelompok II 5 mg/hari, dan kelompok

III tidak mendapat polyphenol- menunjukkan adanya peningkatan daya

tahan tubuh tikus yang telah mendapatkan polyphenol ketika mereka

diinfeksi dengan bakteri salmonella. Jadi, biasakanlah minum teh hijau

sebagai tindakan preventif atau bahkan untuk mengobati diare Anda. Tip

yang lain, kunyahlah atau rebuslah sekitar 20 pucuk daun jambu batu.

Meski ini cuma tip dari tetangga, tapi berulangkali berhasil

mengenyahkan diare yang saya derita!

6 thoughts on “baik buruknya minum teh

  1. Pingback: Rahasia Minum Teh « It's All About Vivi…

  2. Makasih ya tipsnya..bermanfaat bgt nih…soalnya sekarang aku lagi mencoba membiasakan minum teh buat kesehatan…dengan adanya tips ini, jadi haru hati2 juga minum tehnya, jangan terlalu kebanyakkan….makasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s