Gerakan mahasiswa pada dasarnya merupakan suatu gerakan sosial ( social movement), yang adalah salah satu bentuk utama dari perilaku kolektif (collective behavior). Menurut Turner dan Killan [1972], secara formal gerakan sosial didefinisikan sebagai suatu kolektivitas yang melakukan kegiatan dengan kadar kesinambungan tertentu untuk menunjang atau menolak perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau kelompok yang mencakup kolektivitas itu sendiri.
Batasan yang kurang formal dari gerakan sosial adalah suatu usaha kolektif yang bertujuan untuk menunjang atau menolak perubahan. Gerakan mahasiswa 1998 yang memiliki kadar kesinambungan tertentu dan bertujuan melakukan perubahan social-ekonomi-politik, cocok dengan definisi ini.
Gerakan sosial bersifat lebih terorganisasi dan lebih memiliki tujuan dibandingkan perilaku kolektif. Perilaku kolektif dapat terjadi secara spontan, namun gerakan sosial membutuhkan organisasi. Gerakan-gerakan sosial lebih umum terdapat di negara-negara industri ketimbang di negara-negara pra-industri, dan lebih umum terdapat dalam masyarakat yang relatif demokratis ketimbang di masyarakat otoriter.
Ada bermacam jenis gerakan sosial. Meskipun semua ini diklasifikasikan sebagai jenis gerakan yang berbeda, jenis-jenis gerakan ini bisa tumpang-tindih, dan sebuah gerakan tertentu mungkin mengandung elemen-elemen lebih dari satu jenis gerakan. Pertama, Gerakan Protes, yaitu gerakan yang bertujuan mengubah atau menentang sejumlah kondisi sosial yang ada. Kedua, Gerakan Regresif atau disebut juga Gerakan Resistensi yaitu gerakan sosial yang bertujuan membalikkan perubahan sosial atau menentang sebuah gerakan protes. Ketiga, Gerakan Religius yaitu dapat dirumuskan sebagai gerakan sosial yang berkaitan dengan isu-isu spiritual. Keempat, Gerakan Komunal, atau ada juga yang menyebut Gerakan Utopia. Gerakan komunal adalah gerakan sosial yang berusaha melakukan perubahan lewat contoh-contoh, dengan membangun sebuah masyarakat model di kalangan sebuah kelompok kecil.
Selain dengan berbagai macam aksi dan gerakan, mahasiswa juga harus bertindak secara konkret dengan perencanaan matang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan :
Konsolidasi sektoral mahasiswa, tahapannya bisa dua. Pertama konsolidasi BEM2 satu sisi dan konsolidasi organisasi ekstra disisi lain, kedua konsolidasi bersama dalam bentuk rembug mahasiswa nasional. Kosolidasi sektoral ini akan membuka diri atau mampu terlibat aktif pada konsolidasi multi-sektoral gerakan rakyat
Merumuskan strategi-taktik perjuangan yang tepat, sebagai kesimpulan pembacaan situasi sekarang dan sejarah perkembangan masyarakat indonesia.
Merumuskan program-program strategis sebagai solusi problem pokok rakyat Indonesia
Gerakan moral merupakan kekuatan yang independen, yang tidak terkait dengan kepentingan dan agenda politik perorangan atau golongan. Gerakan mahasiswa adalah pelurus sejarah kebenaran, yang tidak pernah berubah setiap masa, walaupun pelakunya silih berganti. Sebagai gerakan moral, tidak pada tempatnya menanggapi berbagai isu atau gosip yang ditujukan untuk membelah kekuatan dan menyurutkan semangat idealisme.
Sebagai gerakan moral yang rasional, gerakan mahasiswa yang intelektual perlu ditunjukan dengan sikap yang demokratis dan anti anarkis. Perlu ditunjukan bahwa proses pembodohan tidak berlaku bagi mahasiswa, yang membungkus tindakan anarki dengan retorika demokrasi. Mahasiswa harus mengutuk tindakan premanisme politik kekerasan, yang menghalalkan anarkisme untuk tujuan politik, dengan memanipulasi kebodohan rakyat. Untuk itu jelas kiranya, hanya satu kata perjuangan yaitu bersatu, rapatkan barisan, bahu membahu dan tegakan kebenaran di jalan yang benar. Akhirnya, Idealisme perjuangan mahasiswa harus mampu mengembalikan ruh perjuangan pembaharuan dimana kita telah merebutnya.