Posted by filzahazny on November 2, 2009
Untuk kontrasepsi/menghindari kehamilan
- Lendir mungkin berubah pada hari yang sama. Periksa lendir setiap kali ke belakang dan sebelum tidur, kecuali ada perasaan sangat basah waktu siang. Setiap malam sebelum tidur, tentukan tingkat yang paling subur (lihat kode diatas) dan beri tanda pada catatan ibu dengan kode yang sesuai.
- Pantang senggama untuk paling sedikit satu siklus sehingga ibu akan kenali hari-hari lender, mengenali pola kesuburan dan pola dasar ketidaksuburan ibu dengan pelatih/guru KBA.
- Hindari senggama saat waktu haid. Hari-hari itu tidak aman; pada siklus pendek, ovulasi dapat terjadi pada hari-hari haid.
- Pada hari kering setelah haid, aman untuk bersenggama selang satu malam (aturan selang-seling). Ini akan meghindari ibu bingung dengan cairan sperma dan lendir.
- Segera setelah ada lender jenis apa juga atau perasaan basah muncul. Hindari senggama atau kontak seksual. Hari-hari lender terutama hari-hari lendir subur, adalah tidak aman. (Aturan awal atau jika hari basah ibu akan memperoleh bayi)
- Tandai hari akhir dengan lendir jernih, licin dan mulur dengan tanda X. Ini adalah hari puncak; ini adalah hari ovulasi dan adalah hari yang paling subur.
- Setelah hari puncak, hindari senggama untuk 3 hari berikut siang dan malam. Hari-hari ini adalah tidaka aman (aturan puncak). Mulai dari pagi hari keempat setelah kering, ini adalah hari-hari aman untuk bersenggama sampai hari haid berikutnya bila ingin menghindari kehamilan.
- Pada siklus yang tidak teratur seperti pasca persalinan atau pramenopause maka perlu memperhatikan (Pola dasar ketidaksuburan) dimana ada waktu 1-2 hari subur yang menyelingi di antara hari-hari tidak subur. Ibu harus mengamati perubahan ini dan bila PDTS sudah pulih kembali dan berlangsung minimal 3 hari berturut-berturut tanpa perubahan maka senggama boleh dilakukan (Aturan sabar menunggu /wait and see Rule)
Posted in kimia medisinal | Tagged: tanpa kontrasepsi | Leave a Comment »
Posted by filzahazny on November 2, 2009
Aspirin dikenal dengan nama asam asetil salisiat (disingkat ASA), merupakan suatu senyawa salisilat berkhasiat obat yang biasa dipakai sebagai analgesik untuk meredakan nyeri, antipiretik untuk menurunkan demam, dan pengobatan antiinflamasi. Read the rest of this entry »
Posted in kimia medisinal | Tagged: aspirin | Leave a Comment »
Posted by filzahazny on November 2, 2009
Hubungan Struktur dan aktivitas
Sebuah prosedur yang ekstensive menunjukkan bahwa lebih dari 25000 agent telah diujicobakan untuk menemukan antidiuretik yang tidak melampaui batas aktivitas hormone seperti spironolakton.
Aktivitas yang menjanjikan berasal dari pyraznoylguanides. Diteliti aktivitas diuretik yang optimal bahwa 6 posisi di substitusi dengan klorin, amino yang di posisi 3 dan 5 tak tersubtitusi, dan nitrogen guanidin yang tidak tersubtitusi oleh banyak alkyl. Amiloride tampil sebagai senyawa aktif saat ini.
Farmakokinetik
Amilorida mengandung sebagian basa guanine kuat dan p Ka 8.7. Amiloride sebagai penyuplai ion guanidine yang paling baik pada sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Tidak mengherankan amiloride diabsorpsi secara tidak sempurna (15-20%) di GIT, tempat difusi pasif sebagian besar obat tak bermuatan. Amiloride berikatan dengan protein plasma untuk mengatur derajat, bukan melakukan biotransformasi, dan di ekskresi di urin (20-50%) dan feses (40%). Obat yang didefekasi menunjukkan tak terabsorbsi. Amiloride mencapai cairan luminal melalui filtrasi glomerulus dan sekresi aktif tubular. Tubulus proksimal OCTS dilibatkan dalam proses selanjutnya. Onset terjadi pada 2 jam setelah administrasi oral dan durasi yang mencapai 24 jam. Waktu paruh amloride mencapai 6-9 jam. Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak 3 – 4 jam. Waktu untuk mencapai efek puncak Amiloride (dosis tunggal) 6 -10 jam.
Posted in kimia medisinal | Tagged: amiloride, farmakokinetik | Leave a Comment »