alhamdulillah

GET READY TO CHANGE

Archive for the ‘bioteknologi’ Category

Bioteknologi: Isu etika

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Bioteknologi adalah pemanfaatan organisme atau bagian dari meeka untuk menghasilkan sesuatu atau proses yang lebih bernilai. Fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme pada pembuatan bir, pemanggangan dan produksi keju adalah bioteknologi abad lalu. Produksi insulin pada bakteri untuk mengobati diabetes mellitus tanpa menyebabkan alergi adalah salah satu contoh bioteknologi modern. Dua bioteknologi yang diterapkan secara luas untuk memanipulasi gen adalah teknologi DNA rekombinan yang menyisipkan  organisme seluler dengan gene karakteristik khusus dari mikroorganisme lain dan teknologi transgenik yang menciptakan organisme multiseluler yang mengandung gen dari berbagai jenis organisme.. Sayuran dan buah modifikasi genetik  (GM), seperti tipe jagung yang memproduksi insektisida bakteri adalah tanaman transgenik.

Isu etika bioteknologi modern termasuk ketersediaan dan pemanfaatan hak informasi, potensi  bahaya ekologi, akses memperoleh obat baru dan perawatan dan melanggar alam.Aplikasinya meliputi agrikultur dan perawatan kesehatan.

Agrikultur

Pada agrikultur, hasil panen GM telah didistribusikan di USA selama beberapa tahun. Makanan GM biasanya tidak diberi label untuk menunjukkan asal mereka. Ini disebabkan peraturan agen membedakan keamanan makanan berdasarkan kesamaanmakanan, komposisi kandungan kimia dan efek sistem digesti pada tes hewan, tidak berdasarkan apakah tanaman tersebut berasal dari agrikultur tradisional atau transgenik. Jika makanan mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan alergi atau keracunan, ini tidak dipasarkan. Sejak awal 2002, tidak ada laporan membahayakan tentang konsumsi makanan GM.

Sampai saat ini, orang yang melakukan modifikasi genetic mempunyai kesempatan untuk memilih jenis yang tidak ingin diproduksi nantinya. Pelabelan akan mengatasi masalah ini dan mungkin dengan tekanan konsumenL yang berlanjut ini  mungkin akan disahkan. Beberapa argumen saat ini, bahwa produsen makanan GM telah bertindak melewati batas etika. Di beberapa instansi, para penentang menghancurkan lahan tanaman GM.  banyak perusahaan juga dipertanyakan secara etika pada kasus perdebatan makanan GM.

Perhatian lain dalam bioteknologi agrikultur  adalah penyebaran transgen yang tak diharapkan ke mikroorganisme lain. Ketika tanaman pertanian tumbuh, gen secara teoritis dapat menyebar ke organisme lain melalui berbagai cara. Beberapa tipe virus dapat mentransfer DNA dari kromosom inang ke lingkungan sekitar. Bakter mengambil gen dari lingkungan dengan proses yang kita ketahui sebagai transformasi dan memasuki ke berbagai jenis tanaman yang berbeda melalui konjugasi . ini masih belum diketahui apakah beberapa proses ini terjadi pada tanaman GM dan deteksinya jug sulit.

Muncul pertanyaan lagi apakah konsekuensi seperti transfer gen secara kualitatif berbeda dari proses pembibitan tradisional pada tanaman GM. Pihak oposisi GM menjawab ya bahwa karena potensi keberadaan transfer gen dari sumber akan terjadi, maka tidak akan pernah ditemukan di lingkungan agrikultur. Misalnya gen ubur-ubur dimanfaatkan dalam penelitian agrikultur. Potensi bahaya “lepasnya gen”  menjadi semakin besar lantaran gen ini sangat bermanfaat secara agrikultur. Gen insektisida alami dapat membantu pertumbuhan jagung, tapi ini juga dapat mengijinkan tanaman liar untuk melepaskan diri dari control alami dan menjadi semak belukar. Semuanya adalah hipotesis untuk saat ini, pihak oposisi mengatakan bahwa masih sangat kecil hal-hal yang kita ketahui tentang interaksi dalam ekologi. Waspada hanyalah aturan yang paling aman.

Perawatan kesehatan

Pada perawatan kesehatan, tes genetic memicu beberapa tanatangan etika. Ini memicu pelegalan diskriminasi orang berdasarkan genotip. Tes penyakit genetik tak hanya menghasilkan informasi tentang penyakit, tetapi resiko keluarga lain dan keturunan yang mungkin terjangkit. Contohnya, seorang wanita mempelajari  dia adalah karir sindrom Wiskott Aldrich yang menyebabkan defisiensi imun yang akan mati saat masih kanak-kanak. Karena gen mutan berada pada kromosom X, tiap anak laki-lakinya menghadapi 50% kemungkinan penyakit keturunan ini. Mengetahui bahwa hal yang sama juga terjadi pada karir di keluarganya, ia memilih untuk menceritakan semua saudaranya yang kemungkinan terjangkit

Etika dilemma lainnya adalah masalah biaya dan akses untuk perawatan baru. Selain itu, bioteknologi juga masih dalam taraf clinical trial. Partisipasi percobaan klinis obat pembawa rekombinan DNA, atau terapi gen membutuhkan informasi persetujuan.

Sebuah kasus pada tahun 1999 memicu evaluasi perawatan terhadap partisipan dan informasi protokol perijinan yang kuat. Jesse Gelsinger 19 tahun, menerima terapi gen untuk mengatasi defisiensi ornitin transkarbamilase . pada gangguan ini, kekurangan enzim yangmemetabolisme protein memicu peningkatan ammonia yang dapat membahayakan otak. Sebagian besar  individu meninggal sesaat setelah lahir tapi para survivor dapa menjaganya melalui control diet dan obat seperti yang telah dilakukan Jesse. Inilah mengapa ia meninggal pada hari ke-5 I setelah terapi gen. Kontrol medis yang tak terdeteksi menjadi penyebabnya.

Medikasi biasanya mengontol kondisi Gelsinger tapi dia memilih untuk clinical trial sehingga ia bias menolong bayi-bayi yang kemungkinan mati akibat penyakit ini. Meskipun Gelsinger sadar bahwa ia akan meninggal pertanyaan yang muncul berdasarkan pengetahuannya, ia akan sehat. Isu ini tidak muncul lagi pada partisipan percobaan terapi gen. Sekarang terapi gen didukung oleh perawatan lebih.

Tantangan baru

Objek bioteknologi bertentangan dengan alam, termasuk agrikultur tradisional dan obat-obatan. Perubahan melalui bioteknologi biasanya tidak terjadi secara alami, seperti kloning manusia. Kami membatasi beberapa bioteknologi berdasarkan persepsi dan kemungkinan intervensi. The glowing tobacco plant adalah sebuah eksperimen yang menunjukkan bahwa tanaman dapat mengekspresikan hewan. Banyak yang berpendapat bahwa hal ini tidak berguna, berbahaya dan tidak etis. Secara umum, bioteknologi dapat dikatakan etis jika fakta yang terkumpul menyatakan bahwa ini tidak berbahaya.

Bioteknologi juga dapat disalahgunakan sebagai bioterisme, khususnya ketika manipulasi genetic  digunakan untuk memanipulasi pathogen sebagai kekuatan. Pada abad 18, di Inggris ditemukan virus cacar yang dibawa oleh orang Amerika . Contoh lain misalnya, unisovyet. Uni soviet menciptakan senjata biologis berupa bakteri yang resisten terhadap 16 antibiotik dan mampu memproduksi toksin yang mengakibatkan paralisis.

see also Agricultural Biotechnology; Cloning: Ethical Issues; Gene Therapy: Ethical Issues; Genetic Discrimination; Genetic Testing: Ethical Issues; Metabolic Disease; Reproductive Technology: Ethical Issues; Transgenic Organisms: Ethical Issues.

Ricki Lewis

Bibliography

Burgess, Michael M. “Beyond Consent: Ethical and Social Issues in Genetic Testing.” Nature Reviews Genetics 2 (Feb., 2001): 147-151.

Dale, Philip. “Public Concerns over Transgenic Crops.” Genome Research 10 (Jan., 2000): 1.

Stolberg, Sheryl Gay. “The Biotech Death of Jesse Gelsinger.” The New York Times Magazine (Nov. 28, 1999): 17.

http://www.encyclopedia.com/doc/1G2-3406500033.html

Posted in bioteknologi | Tagged: , | Leave a Comment »

Kloning Sel T

Posted by filzahazny on November 2, 2009


Sel dari sistem imun kita menemukan dan menghancurkan zat asing yang memasuki tubuh kita yang dapat menyebabkan penyakit. Zat asing atau patogen ini dikenali oleh sistem imun kita sebagai bukan bagian dari tubuh. Sitem imun ini mengenali protein permukaan dari patogen ini sebagai zat asing kemudian menghancurkannya dengan berbagai strategi termasuk produksi antibodi, dan menelan sel asing.2

Sel sistem imun mempertahankan tubuh ini dengan bekerja sebagai tim. Tim ini bekerja dengan ketepatan dan langkah yang terkoordinasi dengan baik. Molekul spesifik pada permukaan selnya itu memediasi komunikasi antar sel imun. Meskipun sangat spesifik namun interaksi dan respon imun tergantung pada kesempatan bertemunya sel di cairan limfe dan sistem sirkulasi.2

Sel T penolong merupakan salah satu anggota dari sistem pertahanan tubuh kita yang bertugas menginterpretasi pesan yang ditampilkan pada permukaan membran sel. Pesan ini merupakan sebuah fragmen protein yang diambil dari sel asing tersebut. Kemudian serangkaian peristiwa menyebabkan produksi dari banyak klon sel T penolong. Sel T ini dapat berlaku sebagai brigade yang membentuk jaringan komunikasi yang esensial untuk mengaktifkan sel B, yang membuat antibodi yang akan menyerang antigen dengan lebih spesifik.2

Karena pentingnya sel T dalam sistem imun kita maka para ilmuwan kini sedang berusaha mengkloning sel ini untuk memperbanyak sel T sehingga dapat meningkatkan kerja dari sitem imun dalam melawan sel kanker. Tim ilmuwan di Amerika Serikat berhasil mengkloning sel T dan mengembalikannya ke tubuh pasien agar dapat menyerang kanker kulit. Pria berusia 52 tahun dengan kanker kulit berat bebas dari melanoma dua tahun setelah perawatan. Dalam dua bulan, hasil scanning menunjukkan tumor di paru-paru dan kelenjar getah bening laki-laki itu hilang dan dua tahun setelah perawatan itu dia masih bebas dari kanker. Para ilmuwan di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle berkonsentrasi pada jenis sel darah putih yang dinamai sel CD4+ T. Dari sampel sel darah putih si pria, mereka bisa memilih sel-sel CD4+ T yang yang telah secara khusus diarahkan untuk menyerang bahan kimia yang ditemukan pada permukaan sel-sel melanoma.6

 

Anonim. Cloning an Army of T Cells for Immune Defense. http://www.hhmi.org/biointeractive/immunology/tcell.html. 22 september 2009. 21.47 WIB.

Rony Muchtar. Cloning sel “atasi kanker kulit”. http://www.lintasberita.com/all/Science/Kloning_Sel_Atasi_Kanker_Kulit. 19 September 2009. 22.17 WIB

Posted in bioteknologi | Tagged: , , | Leave a Comment »

Protein-protein rekombinan

Posted by filzahazny on November 2, 2009

No. Protein Rekombinan produk Uraian Sumber Stabilitas
1 Albumin Human Serum Albumin Recombinant Serum albumin rekombinan manusia yang diproduksi pada ragi adalah suatu rantai polipeptida single non-glicosylated yang mengandung 585 asam amino dan mempunyai berat molekuk 66441 Dalton. Serum ini dimurnikan dengan teknik kromatografi. Saccharomyces Cervisiae. Stabil pada penyimpanan dibawah suhu 30o C (Catatan: tidak boleh dibekukan).
2 Allergy Soybean P34 Protein Recombinant Derivat protein rekombinan E.Coli mengandung 214-261 protein epitop P34 kedelai, dan 351-279 asam amino, serta dimurnikan dengan teknik kromatografi. Escherichia Coli.

 

Stabil pada keadaan beku (5 tahun), 1 bulan dalam bentuk larutan pada suhu kamar.
3 Alpha 1 Antitrypsin Alpha 1 Antitrypsin Human Recombinant Rekombinan manusia A1AT yang diproduksi pada E.Coli merupakan suatu rantai polipeptida single, no-glicosylated yang mengandung 395 asam amino (25-218) dan mempuyai berat molekul 44,4 kDa. Protein A1AT dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi.

 

Escherichia Coli. Stabil pada suhu 4o C selama 4 minggu, namun sebaiknya disimpan pada suhu dibawah -18o C. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).
4 Annexin Annexin A1 Human Recombinant ANXA1yang diproduksi pada E.Coli merupakan suatu rantai polipeptida single, no-glicosylated yang mengandung 346 asam amino (1-207 a.a.) dan mempuyai berat molekul 38,7 kDa. Protein A1AT dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi.

 

Escherichia Coli. Penyimpanan pada suhu 4o C jika seluruh vial digunakan dalam waktu 2-4 minggu. Simpan pada suhu -20o C untuk waktu yang lebih lama. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).

 

5 B Cell Lymphoma B-Cell Leukemia/Lymphoma 2 Human Recombinant Bcl-2 human recombinant yang diproduksi pada E.Coli c 1-206. Bcl-2 dimurnikan dalam kondisi denaturasi dengan menggunakan teknik kromatografi. Escherichia Coli. Stabil pada suhu kamar selama 3 minggu, namun sebaiknya disimpan dalam tempat kering dan dingin pada suhu -18oC. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).

 

6 BID BH3 Interacting Domain Death Agonist Human Recombinant BID Human Recombinant yang diproduksi pada E.Coli merupakan suatu rantai polipeptida single, no-glicosylated yang mengandung 195 asam amino dan memiliki berat molekul 21.9 kDa. Escherichia Coli. BID stabil pada suhu 4o C selama 4 minggu, namun sebaiknya BID disimpan pada suhu -18o C tanpa kelembaban. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).

 

7 Calmodulin Calmodulin Human Recombinant Protein ini diekpresikan pada E.Coli, mempunyai berat molekul 16 kDa.

 

Escherichia Coli. Vial disimpan pada suhu -20oC sampai -80oC, protein akan stabil selama 12 bulan.
8 Cardiac Troponin Cardiac Troponin I-C Complex Human Recombinant Troponin complex adalah protein heteromerik yang berperan penting dalam regulasi kontraksi otot rangka dan otot jantung. Troponin kompleks terdiri dari tiga subunit yaitu Troponin I, Troponin T, dan Troponin C. Setiap subunit bertanggung jawab dalam setiap bagian fungsi Troponin kompleks. Sebagai contoh, Troponin I berperan dalam menghambat aktivitas ATP-ase dari acto-myosin.

 

 

Escherichia Coli. Troponin IC stabil pada suhu 10oC selama 7 hari, namun sebaiknya disimpan pada suhu -18oC tanpa kelembaban.
9 Cell Division Cycle Cell Division Cycle 6 Human Recombinant CDC6 Human Recombinant (asam amino 260-563) diekspresikan pada E.Coli dengan bobot molekul 60 kDa. CDC6 dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi. Escherichia Coli. Vial disimpan pada suhu -20oC sampai -80oC, protein akan stabil selama 12 bulan.
10 Complement Component Complement Component C1q Human Human Complement Component C1q diproduksi dalam plama manusia dengan bobot molekul 410 kDa Human Plasma. Stabil pada suhu kumar selama 3 minggu, namun sebaiknya disimpan pada suhu 2-8oC.
11 Cystatin Cystatin B Human Recombinant CSTB Human Recombinant yang diproduksi pada E.Coli merupakan suatu rantai polipeptida single, no-glicosylated yang mengandung 118 asam amino dan memiliki massa molekul 13 kDa. Escherichia Coli. Stapil pada suhu 4oC selama 4 minggu, namun sebaiknya disimpan pada suhu dibawah -18o C tanpa kelembaban. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).
12 Cytokeratin Cytokeratin 8 Human Recombinant Cytokeratin 8 Human Recombinant yang diproduksi pada E.Coli merupakan suatu rantai polipeptida single, no-glicosylated yang memiliki massa molekul 53,532  Da. CK-8 dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi. Escherichia Coli. Stabil pada temperature kamar selama 3 minggu, namun  sebaiknya disimpan pada suhu dibawah -18o C tanpa kelembaban. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).
13 FABP Fatty Acid Binding Protein-1 Human Recombinant FABP1 Human Recombinant diproduksi pada E.Coli merupakan suatu rantai polipeptida single, no-glicosylated yang terdiri dari 147 asam amino dan memiliki massa molekul 16 kDa. FABP1 dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi. Escherichia Coli.


Stapil pada suhu 4oC selama 4 minggu, namun sebaiknya disimpan pada suhu dibawah -18o C tanpa kelembaban. Untuk penyimpanan jangka panjang dianjurkan untuk menambahkan protein pembawa (0.1% HSA or BSA).

Posted in bioteknologi | Tagged: | Leave a Comment »