blognya farmasis muda

asam manis hidupku..

  • it’s me!

    asam manis hidupku..
    nyummy

Salep

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Definisi
FI III :    sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar.
FI IV : sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput

Pemilihan basis salep

Pemilihan basis salep disesuaikan dengan kebutuhan atau sifat salep yang diinginkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ;

•laju penglepasan bahan obat dari basis salep;
•peningkatan absorpsi perkutan oleh basis salep dari bahan obat;
•kelayakan melindungi kelembaban kulit oleh basis salep;
•jangka waktu obat stabil dalam basis salep; dan
•pengaruh obat terhadap kekentalan atau hal lainnya dari basis salep.
Metode pembuatan salep

•Metode Pelelehan
zat pembawa dan zat berkhasiat dilelehkan bersama dan diaduk sampai membentuk fasa yang homogen
•Metode Triturasi
zat yang tidak larut dicampur dengan sedikit basis yang akan dipakai atau dengan salah satu zat pembantu, kemudian dilanjutkan dengan penambahan sisa basis
ketentuan lain tentang salep;

•Zat yang dapat larut dalam basis salep
(Camphora, Menthol, Fenol, Thymol, Guaiacol)àmudah larut dalam minyak lemak (vaselin)
Zat berkhasiat +sebagian basis (sama banyak)àdihomognekanàditambah sisa basis
•Zat yang mudah larut dalam air dan stabil
Bila masa salep mengandung air dan obatnya dapat larut dalam air yang tersedia, maka obatnya dilarutkan dulu dalam air dan dicampur dengan basis  salep yang dapat menyerap air,

•Zat yang kurang larut atau tidak larut dalam basis salep
Zat-zat ini diserbukkan dulu dengan derajat halus serbuk pengayak No.100. Setelah itu serbuk dicampur dengan sama berat masa salep atau dengan salah satu basis salep.

•Salep yang dibuat dengan peleburan
  1. –Dalam cawan porselen
  2. –salep yang mengandung air tidak ikut dilelehkan tetapi diambil bagian lemaknya (air ditambahkan terakhir)
  3. – Bila bahan-bahan dari salep mengandung kotoran, maka masa salep yang meleleh perlu dikolir (disaring dengan kasa)àdilebihkan 10-20%

Basis salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok :
a.basis hidrokarbon,
b.basis absorpsi (basis serap),
c.basis yang dapat dicuci dengan air, dan
d.basis larut dalam air.
Basis salep yang lain seperti basis lemak dan minyak lemak serta basis silikon. Setiap salep obat menggunakan salah satu basis salep tersebut

Salep Hidrokarbon

  1. sifat inert
  2. umumnya merupakan senyawa turunan minyak bumi (Petrolatum) yang memiliki bentuk fisik semisolid dan dapat juga dimodifikasi dengan wax atau senyawa turunan minyak bumi yang cair (Liquid Petrolatum)
  3. Basis ini digolongkan sebagai basis berminyak bersama dengan basis salep yang terbuat dari minyak nabati atau hewani
  4. Sifat minyak yang dominan pada basis hidrokarbon menyebabkan basis ini sulit tercuci oleh air dan tidak terabsorbsi oleh kulit.
  5. Sifat minyak yang hampir anhidrat juga menguntungkan karena memberikan kestabilan optimum pada beberapa zat aktif seperti antibiotik.
  6. Basis ini juga hanya menyerap atau mengabsorbsi sedikit air dari formulasi serta menghambat hilangnya kandungan air dari sel-sel kulit dengan membentuk lapisan film yang waterproff.
  7. Basis ini juga mampu meningkatkan hidrasi pada kulit. Sifat-sifat tersebut sangat menguntungkan karena mampu mempertahankan kelembaban kulit sehingga basis ini juga memiliki sifat moisturizer dan emollient.

Selain mempertahankan kadar air, basis ini juga mampu meningkatkan hidrasi pada kulit (horny layer) dan hal ini dapat meningkatkan absorbsi dari zat aktif secara perkutan. Hal ini terbukti dengan mengukur peningkatan efek vasokonstriksi pada pemberian steroid secara topikal dengan basis hidrokarbon

Kerugian Basis Hidrokarbon

sifatnya yang berminyak dapat meninggalkan noda pada pakaian serta sulit tercuci oleh air sehingga sulit dibersihkan dari permukaan kulit.
Hal ini menyebabkan penerimaan pasien yang rendah terhadap basis hidrokarbon jika dibandingkan dengan basis yang menggunakan emulsi seperti krim dan lotion.

Beberapa contoh kandungan basis hidrokarbon

a.Soft Paraffin
Basis diperoleh melalui pemurnian hidrokarbon semisolid dari minyak bumi
Jenis sof paraffin yaitu :
§berwarna kuning  digunakan untuk zat aktif yang berwarna
§berwarna putih (melalui proses pemutihan) digunakan untuk zat aktif yang tidak berwarna, berwarna putih, atau berwarna pucat.
Proses pemutihan menyebabkan sebagian pasien sensitif terhadap soft paraffin yang berwarna putih

Hard Paraffin
§merupakan campuran bahan-bahan hidrokar-bon solid yang diperoleh dari minyak bumi.
§Sifat fisik :
-tidak berwarna s/d berwarna putih,
-tidak berbau,
-memiliki tekstur berminyak seperti wax, dan
- memiliki struktur kristalin.
§Hard paraffin biasanya digunakan untuk memadatkan basis salep.

Liquid Paraffin
§merupakan campuran hidrokarbon cair dari minyak bumi. Umumnya transparan dan tidak berbau.
§mudah mengalami oksidasi sehingga dalam penyimpanannya ditambahkan antioksidan seperti Butil hidroksi toluene (BHT).
§digunakan untuk menghaluskan basis salep dan mengurangi viskositas sediaan krim.
§jika dicampur dengan 5% low density polietilen, lalu dipanaskan dan dilakukan pendinginan secara cepat, akan menghasilkan massa gel yang mampu mempertahankan konsistensinya dalam rentang suhu yang cukup luas (-15oC hingga 60oC).
§stabil pada perubahan suhu, kompatibel terhadap banyak zat aktif, mudah digunakan, mudah disebar, melekat pada kulit, tidak terasa berminyak dan mudah dibersihkan.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>