blognya farmasis muda

asam manis hidupku..

  • it’s me!

    asam manis hidupku..
    nyummy

Archive for November, 2009

assalamualaykum…

Posted by filzahazny on November 9, 2009

Assalamualaykum,,

kawan, met siang, guten tag,..

apapun salamnya saya harap qt berada dalam keadaan sehat walafiat

cerahnya hari ini bikin suasana hati tenang, walaupun ada berbagai macam tugas menghadang,

oh ya.. sebelumnya selamat datang di blog saya..

kenapa namanya filzahazny ? penting ga sih dibahas hhehe

tadinya pengen nama saya tapi terlanjur pake ini yo wiss lah

filzah itu artinya belahan jiwa, dan azny artinya terbaik..jadinya artinya tuh belahan jiwa terbaik hihihi. ga tau itu bahasa nemu dimana..

awalnya saya nanya sma MR yang kebetulan kuliah di sastra arab, tapi beliau ga tau itu artinya apa. Nah lo? ya sudah lah ngarang mengarang sajalah

sempet ditegur sih.. “kamu mau kasih nama anak?”

eeegubrak..

sebenernya suka karena banyak huruf zzzzzzzz gitu.

 

 

 

 

 

let’s check d blog.. maaf masih berantakan..kapan dibenerin yah?

ok c u, friends

wassalamualaykum

Posted in about me/ tentang saya | Leave a Comment »

Bioteknologi: Isu etika

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Bioteknologi adalah pemanfaatan organisme atau bagian dari meeka untuk menghasilkan sesuatu atau proses yang lebih bernilai. Fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme pada pembuatan bir, pemanggangan dan produksi keju adalah bioteknologi abad lalu. Produksi insulin pada bakteri untuk mengobati diabetes mellitus tanpa menyebabkan alergi adalah salah satu contoh bioteknologi modern. Dua bioteknologi yang diterapkan secara luas untuk memanipulasi gen adalah teknologi DNA rekombinan yang menyisipkan  organisme seluler dengan gene karakteristik khusus dari mikroorganisme lain dan teknologi transgenik yang menciptakan organisme multiseluler yang mengandung gen dari berbagai jenis organisme.. Sayuran dan buah modifikasi genetik  (GM), seperti tipe jagung yang memproduksi insektisida bakteri adalah tanaman transgenik.

Isu etika bioteknologi modern termasuk ketersediaan dan pemanfaatan hak informasi, potensi  bahaya ekologi, akses memperoleh obat baru dan perawatan dan melanggar alam.Aplikasinya meliputi agrikultur dan perawatan kesehatan.

Agrikultur

Pada agrikultur, hasil panen GM telah didistribusikan di USA selama beberapa tahun. Makanan GM biasanya tidak diberi label untuk menunjukkan asal mereka. Ini disebabkan peraturan agen membedakan keamanan makanan berdasarkan kesamaanmakanan, komposisi kandungan kimia dan efek sistem digesti pada tes hewan, tidak berdasarkan apakah tanaman tersebut berasal dari agrikultur tradisional atau transgenik. Jika makanan mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan alergi atau keracunan, ini tidak dipasarkan. Sejak awal 2002, tidak ada laporan membahayakan tentang konsumsi makanan GM.

Sampai saat ini, orang yang melakukan modifikasi genetic mempunyai kesempatan untuk memilih jenis yang tidak ingin diproduksi nantinya. Pelabelan akan mengatasi masalah ini dan mungkin dengan tekanan konsumenL yang berlanjut ini  mungkin akan disahkan. Beberapa argumen saat ini, bahwa produsen makanan GM telah bertindak melewati batas etika. Di beberapa instansi, para penentang menghancurkan lahan tanaman GM.  banyak perusahaan juga dipertanyakan secara etika pada kasus perdebatan makanan GM.

Perhatian lain dalam bioteknologi agrikultur  adalah penyebaran transgen yang tak diharapkan ke mikroorganisme lain. Ketika tanaman pertanian tumbuh, gen secara teoritis dapat menyebar ke organisme lain melalui berbagai cara. Beberapa tipe virus dapat mentransfer DNA dari kromosom inang ke lingkungan sekitar. Bakter mengambil gen dari lingkungan dengan proses yang kita ketahui sebagai transformasi dan memasuki ke berbagai jenis tanaman yang berbeda melalui konjugasi . ini masih belum diketahui apakah beberapa proses ini terjadi pada tanaman GM dan deteksinya jug sulit.

Muncul pertanyaan lagi apakah konsekuensi seperti transfer gen secara kualitatif berbeda dari proses pembibitan tradisional pada tanaman GM. Pihak oposisi GM menjawab ya bahwa karena potensi keberadaan transfer gen dari sumber akan terjadi, maka tidak akan pernah ditemukan di lingkungan agrikultur. Misalnya gen ubur-ubur dimanfaatkan dalam penelitian agrikultur. Potensi bahaya “lepasnya gen”  menjadi semakin besar lantaran gen ini sangat bermanfaat secara agrikultur. Gen insektisida alami dapat membantu pertumbuhan jagung, tapi ini juga dapat mengijinkan tanaman liar untuk melepaskan diri dari control alami dan menjadi semak belukar. Semuanya adalah hipotesis untuk saat ini, pihak oposisi mengatakan bahwa masih sangat kecil hal-hal yang kita ketahui tentang interaksi dalam ekologi. Waspada hanyalah aturan yang paling aman.

Perawatan kesehatan

Pada perawatan kesehatan, tes genetic memicu beberapa tanatangan etika. Ini memicu pelegalan diskriminasi orang berdasarkan genotip. Tes penyakit genetik tak hanya menghasilkan informasi tentang penyakit, tetapi resiko keluarga lain dan keturunan yang mungkin terjangkit. Contohnya, seorang wanita mempelajari  dia adalah karir sindrom Wiskott Aldrich yang menyebabkan defisiensi imun yang akan mati saat masih kanak-kanak. Karena gen mutan berada pada kromosom X, tiap anak laki-lakinya menghadapi 50% kemungkinan penyakit keturunan ini. Mengetahui bahwa hal yang sama juga terjadi pada karir di keluarganya, ia memilih untuk menceritakan semua saudaranya yang kemungkinan terjangkit

Etika dilemma lainnya adalah masalah biaya dan akses untuk perawatan baru. Selain itu, bioteknologi juga masih dalam taraf clinical trial. Partisipasi percobaan klinis obat pembawa rekombinan DNA, atau terapi gen membutuhkan informasi persetujuan.

Sebuah kasus pada tahun 1999 memicu evaluasi perawatan terhadap partisipan dan informasi protokol perijinan yang kuat. Jesse Gelsinger 19 tahun, menerima terapi gen untuk mengatasi defisiensi ornitin transkarbamilase . pada gangguan ini, kekurangan enzim yangmemetabolisme protein memicu peningkatan ammonia yang dapat membahayakan otak. Sebagian besar  individu meninggal sesaat setelah lahir tapi para survivor dapa menjaganya melalui control diet dan obat seperti yang telah dilakukan Jesse. Inilah mengapa ia meninggal pada hari ke-5 I setelah terapi gen. Kontrol medis yang tak terdeteksi menjadi penyebabnya.

Medikasi biasanya mengontol kondisi Gelsinger tapi dia memilih untuk clinical trial sehingga ia bias menolong bayi-bayi yang kemungkinan mati akibat penyakit ini. Meskipun Gelsinger sadar bahwa ia akan meninggal pertanyaan yang muncul berdasarkan pengetahuannya, ia akan sehat. Isu ini tidak muncul lagi pada partisipan percobaan terapi gen. Sekarang terapi gen didukung oleh perawatan lebih.

Tantangan baru

Objek bioteknologi bertentangan dengan alam, termasuk agrikultur tradisional dan obat-obatan. Perubahan melalui bioteknologi biasanya tidak terjadi secara alami, seperti kloning manusia. Kami membatasi beberapa bioteknologi berdasarkan persepsi dan kemungkinan intervensi. The glowing tobacco plant adalah sebuah eksperimen yang menunjukkan bahwa tanaman dapat mengekspresikan hewan. Banyak yang berpendapat bahwa hal ini tidak berguna, berbahaya dan tidak etis. Secara umum, bioteknologi dapat dikatakan etis jika fakta yang terkumpul menyatakan bahwa ini tidak berbahaya.

Bioteknologi juga dapat disalahgunakan sebagai bioterisme, khususnya ketika manipulasi genetic  digunakan untuk memanipulasi pathogen sebagai kekuatan. Pada abad 18, di Inggris ditemukan virus cacar yang dibawa oleh orang Amerika . Contoh lain misalnya, unisovyet. Uni soviet menciptakan senjata biologis berupa bakteri yang resisten terhadap 16 antibiotik dan mampu memproduksi toksin yang mengakibatkan paralisis.

see also Agricultural Biotechnology; Cloning: Ethical Issues; Gene Therapy: Ethical Issues; Genetic Discrimination; Genetic Testing: Ethical Issues; Metabolic Disease; Reproductive Technology: Ethical Issues; Transgenic Organisms: Ethical Issues.

Ricki Lewis

Bibliography

Burgess, Michael M. “Beyond Consent: Ethical and Social Issues in Genetic Testing.” Nature Reviews Genetics 2 (Feb., 2001): 147-151.

Dale, Philip. “Public Concerns over Transgenic Crops.” Genome Research 10 (Jan., 2000): 1.

Stolberg, Sheryl Gay. “The Biotech Death of Jesse Gelsinger.” The New York Times Magazine (Nov. 28, 1999): 17.

http://www.encyclopedia.com/doc/1G2-3406500033.html

Posted in bioteknologi | Tagged: , | Leave a Comment »

Salep

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Definisi
FI III :    sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar.
FI IV : sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput

Posted in semisolid | Tagged: | Leave a Comment »

Toksisitas Serotonin

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Toksisitas serotonin yang lebih sering disebut sebagai sindrom serotonin yaitu keadaan toksik yang disebabkan oleh kelebihan serotonin di SSP. Kondisi ini menyebabkan berbagai perubahan mental, otonom dan neuromuskular yang tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari ringan hingga yang membahayakan jiwa. Reaksi ini bukan reaksi idiosincratik.

Sindroma serotonin yang berat hampir selalu disebabkan oleh interaksi dua atau lebih obat serotonergik/antiserotnergik, salah satunya hampir selalu SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) atau Monoamin Oksidase Inhibitor. Amfetamin dan MDMA dilaporkan juga dapat menyebabkan toksisitas serotonin berat karena kemampuannya melepaskan serotonin di sinaps secara besar-besaran. Namun pada dosis tinggi, amfetamin, dan MDMA tidak hanya mampu melepaskan serotonin dalam jumlah besar dan menyebabkan gejala psikotik akut, namun juga menyebabkan kerusakan kimia pada sel yang melepaskan serotonin. Keadaan ini dapat diperberat lagi dengan amfetamin dan monoamin oksidase inhibitor secara bersamaan. Umumnya, dua atau lebih obat serotogenik/antiserotogenik dengan mekanisme yang berbedapada serotonin, dapat menyebabkan gejala berat sindroma serotonin disajikan pada table 18-1

 

tabel 18-1 GEJALA KLINIS SINDROM SEROTONIN

 

Kognitif Otonom Neuromuscular
Kebingungan

Agitasi

Hipomania

Hiperaktivitas

Gelisah

Hipertemia

Berkeringat

Takikarardia

Hipertensi

Midriasis

Flushing

Menggigil

Klonus (spontan/inducable/okular)

Hiperefleksia

Hipertonia

Ataksia

Tremor

 

 

 

 

Patofisiologi sindroma serotonin sampai saat ini masih belumdapat dketahui dengan jelas. Diduga disebabkan oleh stimulasi reseptor 5-HT 1A dan 5-HT2.

 

Umumnya, kasus sindroma serotonin bersifat self limitting. kondisi pasien akan membaik jika obat yang menjadi penyebabnya dihentikan. kasus yang ringan hingga sedang umumnya membaik dalam waktu 24-72 jam.dalam kkondisi yang berat, pasien membutuhkan perawatan yang intensif karena gejala yang mungkin timbul adalah hipertemia berat, rabdomiolisis, DIC (Disseminated intravascular coagulation)  dan atau ARDS(Adult respiratory distress syndrome)

 

Dalam penangan sindroma serotonin sedang hingga berat, obat yang digunakan adalah anti serotonin. hingga saat ini obat yang paling sering dipakai adalah siproheptadin dengan dosis 4-8 mg dosis per oral dan dapat diulangi setiap 2 jam. Jika tidak respon setelah penggunaan total 16 mg, siproheptadin harus segera dihentikan. jika terdapat respon , dapat dilanjutkan dengan dosis terbagi hingga 32 mg per hari (hingga 8 mg 4 kali sehari). obat lain yang dianjurkan adalah klorpromazin dan propanolol.

 

dari buku farmakologi ed 5, penerbit kedokteran

Posted in farmakologi | Tagged: , | Leave a Comment »

Macam-macam gangguan ginjal

Posted by filzahazny on November 2, 2009

1. Pyelonephritis

Infeksi dan peradangan jaringan ginjal dan renal pelvis (ruang yang terbentuk dari perluasan ujung atas ureter tubulus yang menyalurkan urin ke kandung kemih). Infeksi ini biasanya disebabkan karena bakteri. Kelainan ginjal yang paling sering terjadi, pyelonephritis dapat menjadi kronis dan akut.

Pyelonephritis yang sudah akut biasanya menyerang satu daerah pada ginjal, dan tidak menyerang bagian yang lain. Pada banyak kasus, pyelonephritis dapat berkembang tanpa adanya penyebab yang jelas. Gangguan pada aliran darah atau urin, dapat membuat ginjal lebih mudah terserang infeksi, dan penumpukan kotoran pada ujung urethra juga diperkirakan meningkatkan kasus penyakit pada bayi (urethra merupakan saluran urin dari kandung kemih keluar). Wanita dapat mengalami cedera saluran kencing pada saat berhubungan atau kehamilan, dan kateterisasi (pengeluaran urin secara mekanik) dapat menyebabkan infeksi.

2. Glomerulonephritis

Glomerulonephritis, penyakit ginjal lain yang sering terjadi, ditandai dengan peradangan sebagian glomeruli ginjal. Kondisi ini dapat terjadi ketika sistem imun tubuh lumpuh. Antibodi dan zat-zat lainnya membentuk partikel dalam aliran darah yang terjebak dalam glomeruli. Hal ini menyebabkan peradangan dan membuat glomeruli tidak dapat bekerja dengan baik. Gejala dari penyakit ini bisa termasuk darah dalam urin, pembengkakan jaringan tubuh, dan adanya protein dalam urin, dalam hasil tes laboratorium. Glomerulonephritis bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Jika pengobatan diperlukan, dapat dilakukan diet khusus, obat-obatan pencegah kekebalan (immunosuppressant), atau plasmapheresis (pemisahan plasma dari darah), suatu prosedur untuk membuang bagian darah yang mengandung antibodi.

Glomerulonephritis merupakan kelainan yang dikenal dengan nephritis, atau penyakit Bright. Bagian utama yang terserang penyakit ini adalah pembuluh darah dalam bongkah glumerular. Imbuhan “-itis” menandakan luka peradangan, dan glomerulonephritis memang berhubungan dengan infeksi, dalam arti kata sempit, penyakit ini menyerang setelah adanya infeksi bakteri streptococcal dan kemudian semakin berat karena berbagai macam infeksi lainnya. Namun demikian, terdapat bukti yang meyakinkan bahwa glomerulonephritis bukan merupakan penyakit yang menyerang ginjal secara langsung karena satu penyebab infeksi. Penyakit ini lebih kepada kelainan sistem kekebalan tubuh, dimana pembentukan antibodi sebagai respon dari adanya protein asing (antigen) ditempat lain dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan terbentuknya antigen-antibodi kompleks yang tersangkut dalam bongkah glomerular atau pada sedikit kasus, antigen ini menumpuk pada dinding kapiler glomerular. Pada tiap kasus, antibodi atau antigen-antibodi kompleks mencapai ginjal melalui sirkulasi, dan mekanisme ini disebut sebagai penyakit sirkulasi kompleks.

3. Batu Ginjal

Disebut juga Renal Calculus, plural Renal Calculi, terkumpulnya mineral dan benda organik yang terbentuk dalam ginjal. Ada batu yang menjadi demikian besar yang melumpuhkan fungsi ginjal. Urin mengandung banyak garam dalam bentuk larutan dan jika konsentrasi garam mineral menjadi berlebih, kelebihan garam ini mengendap menjadi partikel padat disebut batu ginjal. Batu ginjal diklasifikasikan sebagai primer jika batu tersebut terbentuk tanpa ada sebab yang jelas seperti infeksi atau penyumbatan. Diklasifikasikan sekunder jika berkembang setelah adanya infeksi ginjal atau kelainan.

Beberapa keadaan memperbesar peluang terbentuknya batu ginjal. Baik itu berkurangnya volume cairan atau bertumpuknya mineral cukup membuat terganggunya keseimbangan yang sempurna antara cairan dan larutan yang ada dalam ginjal. Ketika batu mulai berkembang, biasanya ia akan terus tumbuh. Sebuah nukleus dari endapan garam urin bisa merupakan kumpulan bakteri, jaringan yang rusak, sel mati, atau keping darah kecil. Mineral menarik partikel dari luar dan membungkusnya. Pada saat batu bertambah besar, bagian permukaan dapat menjadi tempat bagi mineral lain dan kemudian bertambah besar.

Batu ginjal yang lebih kecil dapat keluar dari badan dengan sendirinya meski akan menimbulkan rasa sakit. Batu yang lebih besar memerlukan pembedahan, atau dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil dengan gelombang suara dalam prosedur yang disebut ultrasonic lithotripsy.

4. Gagal Ginjal

Disebut juga Renal Failure, hilangnya sebagian atau keseluruhan fungsi ginjal. Gagal ginjal digolongkan menjadi akut (ketika serangannya tiba-tiba) atau kronis. Gagal ginjal akut berakibat pada berkurangnya volume urin, kadar zat-zat bernitrogen, potasium, sulfat, dan fosfat diatas normal dalam darah, dan rendahnya kadar sodium, kalsium, dan karbon dioksida darah yang juga jauh dibawah normal. Biasanya orang yang terkena ini sembuh dalam enam minggu atau kurang.

Sebab dari gagal ginjal ini antara lain karena rusaknya tubulus didalam ginjal oleh obat-obatan atau larutan organik seperti karbon tetraklorida, aseton, dan etilen glikol, bersinggungan dengan senyawa logam seperti merkuri, timah, dan uranium. Gagal ginjal dapat pula disebabkan karena cidera fisik atau operasi besar yang membuat kehilangan banyak darah atau juga akibat penyakit yang merusak korteks (bagian luar) dari ginjal. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri berat, diabetes yang merusak medula (bagian dalam) ginjal, dan karena kelebihan garam kalsium dalam ginjal.

Tersumbatnya arteri ginjal, penyakit liver, dan tersumbatnya saluran kencing dapat mengakibatkan gagal ginjal akut; pada situasi yang jarang terjadi, gagal ginjal dapat terjadi tanpa gejala awal. Komplikasi yang timbul dari gagal ginjal termasuk gagal jantung, paru-paru berair, dan bertumbuknya potasium dalam tubuh.

Gagal ginjal kronis biasanya merupakan akibat dari penyakit yang sudah lama diidap oleh ginjal. Pada gagal ginjal kronis darah menjadi lebih asam dibandingkan biasanya dan dapat terjadi hilangnya kalsium dalam tulang. Kerusakan saraf dapat pula terjadi

 

Posted in kesehatan | Tagged: , , | Leave a Comment »

tanpa kontrasepsi

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Untuk kontrasepsi/menghindari kehamilan

 

  • Lendir mungkin berubah pada hari yang sama. Periksa lendir setiap kali ke belakang dan sebelum tidur, kecuali ada perasaan sangat basah waktu siang. Setiap malam sebelum tidur, tentukan tingkat yang paling subur (lihat kode diatas) dan beri tanda pada catatan ibu dengan kode yang sesuai.

 

  • Pantang senggama untuk paling sedikit satu siklus sehingga ibu akan kenali hari-hari lender, mengenali pola kesuburan dan pola dasar ketidaksuburan ibu dengan pelatih/guru KBA.
  • Hindari senggama saat waktu haid. Hari-hari itu tidak aman; pada siklus pendek, ovulasi dapat terjadi pada hari-hari haid.
  • Pada hari kering setelah haid, aman untuk bersenggama selang satu malam (aturan selang-seling). Ini akan meghindari  ibu bingung dengan cairan sperma dan lendir.
  • Segera setelah ada lender jenis apa juga atau perasaan basah muncul. Hindari senggama atau kontak   seksual. Hari-hari lender  terutama hari-hari lendir subur, adalah tidak aman. (Aturan awal atau jika hari basah ibu akan memperoleh bayi)
  • Tandai hari akhir dengan lendir jernih, licin dan mulur dengan tanda X. Ini adalah hari puncak; ini adalah hari ovulasi dan adalah hari yang paling subur.
  • Setelah hari puncak, hindari senggama untuk 3 hari berikut siang dan malam. Hari-hari ini adalah tidaka aman (aturan puncak). Mulai dari pagi hari keempat setelah kering, ini adalah hari-hari aman untuk bersenggama sampai hari haid berikutnya bila ingin menghindari kehamilan.
  • Pada siklus yang tidak teratur seperti pasca persalinan atau pramenopause maka perlu memperhatikan  (Pola dasar ketidaksuburan) dimana ada waktu 1-2 hari subur yang menyelingi di antara hari-hari tidak subur. Ibu harus mengamati perubahan ini dan bila PDTS sudah pulih kembali dan berlangsung minimal 3 hari berturut-berturut tanpa perubahan maka senggama boleh dilakukan (Aturan sabar menunggu /wait and see Rule)

Posted in kimia medisinal | Tagged: | Leave a Comment »

Aspirin

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Aspirin dikenal dengan nama asam asetil salisiat (disingkat ASA), merupakan suatu senyawa salisilat berkhasiat obat yang biasa dipakai sebagai analgesik untuk meredakan nyeri, antipiretik untuk menurunkan demam, dan pengobatan antiinflamasi. Read the rest of this entry »

Posted in kimia medisinal | Tagged: | Leave a Comment »

Sekilas tentang kanker

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Kanker (neoplasia) adalah suatu pertumbuhan sel-sel abnormal yang cenderung menginvasi jaringan di sekitarnya dan menyebar ke tempat-tempat yang jauh. Sel-sel kanker ini berproduksi dengan kecepatan yang inheren. Pergerakan sel-sel kanker dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain disebut metastasis. 1

Proses metastasis dibagi menjadi beberapa tahap yaitu:

  1. Infiltrasi

Suatu tumor yang menginfiltrasi pembuluh-pembuluh darah ato limfe lokal agar dapat menembus dinding pembuluh tersebut dan memiliki akses kesirkulasi darah. Sel-sel tumor ini mengeluarkan enzim-enzim spesifik untuk dapat mengintegrasi pembuluh.

  1. Pelepasan atau detachment

Keluarnya sel-sel tumor dari sel asalnya setelah masuk ke darah atau limfa. Sel-sel tumor dapat keluar dengan mudah karena memiliki sedikit afinitas terhadap jenis jaringan mereka sendiri. Semakin banyak sel yang dilepaskan maka semakin besar kemungkinan sel-sel tersebut dalam darah dan tumbuh menjadi semakin besar.

  1. Penyebaran dan penyemaian

Adalah pergerakan sel-sel tumor di dalam darah atau limfe. Apabila sel-sel ini berpindah secara berkelompok maka sebagian sel-sel tumor akan terperangkapdi suatu kapiler atau jaringan limfe sehingga banyak sel yang mati. Walaupun jumlah sel yang mati  cukup banyak, namun sebagian sel tumor dapat bertahan di tempat yang baru dan dapat tumbuh dan berkembang. 1

 

Kategori kanker

  1. Karsinoma, yaitu kanker jaringan epitel, termasuk sel-sel kulit, testis, ovarium, kelenjar penghasil mukus, sel penghasil melanin, payudara, serviks, colon, rektum, lambung, pankreas, dan esofagus.

 

  1. Limfoma, yaitu kanker jaringan limfa yang mencakup kapiler limfa, lakteal, limfa, berbagai kelenjar limfa dan pembuluh limfa, timus, dan sumsum tulang. Limfoma yang spesifik adalah penyakit Hodgkin dan Limfoma Malignum.
  2. Sarkoma, yaitu kanker jaringan ikat, termasuk sel-sel yang ditemukan di otot dan tulang.
  3. Glioma, yaitu kanker sel-sel glial atau penunjang di susunan saraf pusat.
  4. Karsinoma in situ, yaitu sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif. 1

 

Penyebab Kanker

Sebagian besar bukti menginsyaratkan bahwa pembentukan kanker adalah suatu proses bertingkat yang memerlukan waktu beberapa tahun untuk selesai. Salah satu teori yang memperhitungkan lamanya waktu laten adalah teori Inisiasi-Promosi pada angiogenesis. Teori Inisiasi-Promosi menyatakan bahwa langkah pertama pada karsinogenesis adalah mutasi ireversibel DNA suatu sel selama transkripsi DNA (replikasi). Agar kanker dapat terbentuk dari kejadian awal ini, maka harus terjadi interaksi bertahun-tahun dengan sel-sel melalui berbagai zat promoter. Zat-zat promoter adalah zat yang merangsang reproduksi dan proliferasi sel. Teori Inisiasi-Promosi juga memperhitungkan banyaknya penyebab inisiasi, adanya berbagai promoter, dan peran hereditas serta lingkungan pada pembentukan kanker. 1

Dalam keadaan normal, replikasi DNA terjadi dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Hal ini terjadi karena adanya enzim-enzim pengoreksi (Proofreading) yang meneliti untai DNA untuk mencari adanya kesalahan transkripsi. Namun kadang-kadang terjadi kesalahan transkripsi dan tidak terdeteksi oleh enzim-enzim tersebut. Pada keadaan tersebut, sebenarnya akan ada protein regulator yang dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Namun apabila kembali lolos, kesalahan tersebut menjadi mutasi permanen dan akan bertahan di semua sel keturunannya. 1

Walaupun sebagian kesalahan pada transkripsi DNA terjadi secara acak, bahan-bahan fisik, kimia dan mikroorganisme tertentu diketahui menyebabkan mutasi. Bahan-bahan tersebut antara lain adalah radiasi pengion, radiasi ultraviolet, rokok, hidrokarbon aromatik, zat-zat warna tertentu, nitrosamin, aflatoksin (terdapat pada kacang yang berjamur), dan asbestos. Virus-virus tertentu telah diketahui dapat menyebabkan mutasi DNA. Setiap bahan fisik, kimiawi, atau virus dapat menyebabkan kesalahan replikasi DNA atau merusak enzim-enzim pengoreksi.1

Sel yang telah terinisiasi adalah sel yang telah mengalami mutasi. Sel yang terinisiasi bukanlah sel kanker; harus berlangsung proses-proses promosi selama bertahun-tahun sebelum sel tersebut menjadi sel kanker. Promotor mungkin merangsang proliferasi sel yang telah terinisiasi dengan mengubah fungsi gen regulator, mengubah bagaimana suatu sel berespon terhadap berbagai stimulator kimiawi atau inhibitor pertumbuhan, atau mengubah bagaimana suatu sel berespons terhadap komunitasnya antar sel yang berkaitan dengan kepadatan. Efek suatu promotor pada sel yang telah bermutasi dapat reversibel apabila pajanan ke promotor dihentikan. Contoh bahan promotor antara lain hormon endogen misalnya estrogen, zat-zat tambahan tertentu untuk makanan (sakarin dan nitrat), obat, rokok, dan alkohol. Pada keadaan tertentu, sebagian bahan seperti tembakau dapat berfungsi sebagai inisiator dan promoter.1

Corwin, Elizabeth J. 2000. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC. Hal: 96-106.

Posted in kesehatan | Tagged: , | Leave a Comment »

Kloning Sel T

Posted by filzahazny on November 2, 2009


Sel dari sistem imun kita menemukan dan menghancurkan zat asing yang memasuki tubuh kita yang dapat menyebabkan penyakit. Zat asing atau patogen ini dikenali oleh sistem imun kita sebagai bukan bagian dari tubuh. Sitem imun ini mengenali protein permukaan dari patogen ini sebagai zat asing kemudian menghancurkannya dengan berbagai strategi termasuk produksi antibodi, dan menelan sel asing.2

Sel sistem imun mempertahankan tubuh ini dengan bekerja sebagai tim. Tim ini bekerja dengan ketepatan dan langkah yang terkoordinasi dengan baik. Molekul spesifik pada permukaan selnya itu memediasi komunikasi antar sel imun. Meskipun sangat spesifik namun interaksi dan respon imun tergantung pada kesempatan bertemunya sel di cairan limfe dan sistem sirkulasi.2

Sel T penolong merupakan salah satu anggota dari sistem pertahanan tubuh kita yang bertugas menginterpretasi pesan yang ditampilkan pada permukaan membran sel. Pesan ini merupakan sebuah fragmen protein yang diambil dari sel asing tersebut. Kemudian serangkaian peristiwa menyebabkan produksi dari banyak klon sel T penolong. Sel T ini dapat berlaku sebagai brigade yang membentuk jaringan komunikasi yang esensial untuk mengaktifkan sel B, yang membuat antibodi yang akan menyerang antigen dengan lebih spesifik.2

Karena pentingnya sel T dalam sistem imun kita maka para ilmuwan kini sedang berusaha mengkloning sel ini untuk memperbanyak sel T sehingga dapat meningkatkan kerja dari sitem imun dalam melawan sel kanker. Tim ilmuwan di Amerika Serikat berhasil mengkloning sel T dan mengembalikannya ke tubuh pasien agar dapat menyerang kanker kulit. Pria berusia 52 tahun dengan kanker kulit berat bebas dari melanoma dua tahun setelah perawatan. Dalam dua bulan, hasil scanning menunjukkan tumor di paru-paru dan kelenjar getah bening laki-laki itu hilang dan dua tahun setelah perawatan itu dia masih bebas dari kanker. Para ilmuwan di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle berkonsentrasi pada jenis sel darah putih yang dinamai sel CD4+ T. Dari sampel sel darah putih si pria, mereka bisa memilih sel-sel CD4+ T yang yang telah secara khusus diarahkan untuk menyerang bahan kimia yang ditemukan pada permukaan sel-sel melanoma.6

 

Anonim. Cloning an Army of T Cells for Immune Defense. http://www.hhmi.org/biointeractive/immunology/tcell.html. 22 september 2009. 21.47 WIB.

Rony Muchtar. Cloning sel “atasi kanker kulit”. http://www.lintasberita.com/all/Science/Kloning_Sel_Atasi_Kanker_Kulit. 19 September 2009. 22.17 WIB

Posted in bioteknologi | Tagged: , , | Leave a Comment »

Amiloride, diuretik hemat kalium

Posted by filzahazny on November 2, 2009

Hubungan Struktur dan aktivitas

Sebuah prosedur yang ekstensive menunjukkan bahwa lebih dari 25000 agent telah diujicobakan untuk menemukan antidiuretik yang tidak melampaui batas aktivitas hormone seperti spironolakton.

Aktivitas yang menjanjikan berasal dari pyraznoylguanides. Diteliti aktivitas diuretik  yang optimal bahwa 6 posisi di substitusi dengan klorin, amino yang di posisi 3 dan 5 tak tersubtitusi, dan  nitrogen guanidin yang tidak tersubtitusi oleh banyak alkyl. Amiloride tampil sebagai senyawa aktif saat ini.

 

Farmakokinetik

Amilorida mengandung sebagian basa guanine kuat dan p Ka 8.7.  Amiloride sebagai penyuplai ion guanidine yang paling baik pada sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Tidak mengherankan amiloride diabsorpsi secara tidak sempurna (15-20%) di GIT, tempat difusi pasif sebagian besar obat tak bermuatan. Amiloride  berikatan dengan protein plasma untuk mengatur derajat, bukan melakukan biotransformasi, dan di ekskresi di urin (20-50%) dan feses (40%). Obat yang didefekasi  menunjukkan tak terabsorbsi. Amiloride mencapai cairan luminal melalui filtrasi glomerulus dan sekresi aktif tubular. Tubulus proksimal OCTS dilibatkan dalam proses selanjutnya. Onset terjadi pada 2 jam setelah administrasi oral dan durasi yang mencapai 24 jam. Waktu paruh amloride mencapai 6-9 jam. Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak 3 – 4 jam. Waktu untuk mencapai efek puncak Amiloride (dosis tunggal) 6 -10 jam.

Posted in kimia medisinal | Tagged: , | Leave a Comment »