jump to navigation

Demodisiosis June 15, 2008

Posted by filzahazny in Parasitologi.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

Demodisiosis adalah infestasi oleh Demodex folliculorum.

Taksonomi Demodex folliculorum

Kingdom:

Animalia

Filum:

Arthropoda

Subfilum:

Chelicerata

Kelas:

Arachnida

Subkelas:

Acari

Superordo:

Acariformes

Ordo:

Prostigmata

Subordo:

Eleutherengona

Superfamili:

Chelyetoidea

Famili:

Demodicidae

Genus:

Demodex

Morfologi

Demodex folliculorum termasuk famili demodicidae. Demodex folliculorum adalah tungau folikel rambut berbentuk panjang menyerupai cacing semi transparan dengan 2 gabungan segmen tubuh berukuran 0,1-0,3 mm dan berkaki empat pasang yang letaknya berdekatan serta mempunyai abdomen dengan garis-garis transversal. 4 pasang kaki terdapat pada segmen tubuh bagian pertama. Tubuhnya tertutup rangka luar dan mempunyai mulut untuk memakan sel kulit, hormon, dan air yang terdapat di folikel rambut. Demodex folliculorum betina lebih pendek dan membulat daripada Demodex folliculorum jantan. Tungau ini juga mampu berjalan di permukaan kulit dengan kecepatan 8-16 cm per jam.

Siklus hidup Demodex folliculorum

Siklus hidup Demodex folliculorum berlangsung selama 18-24 hari dalam tubuh hospes. Baik jantan maupun betina memilki lubang genital untuk melakukan perkawinan. Perkawinan berlangsung di folikel rambut dan kelenjar keringat. Betina bertelur dan meletakan telurnya sebanyak 20-24 di folikel rambut. Larva yang memiliki 6 kaki menetas pada hari ke 3-4. 7 hari Kemudian, larva berkembang menjadi dewasa.

Patologi dan gejala klinis

Parasit ini hidup di folikel rambut dan kelenjar keringat terutama di sekitar hidung dan kelopak mata sebagai parasit permanen. Kadang-kadang tungau ini ditemukan di bagian tubuh lain seperti kulit kepala. Demodex folliculorum dapat menyebabkan kelainan berupa blefaritis, akne, rosasea dan impetigo kontagiosa yang disertai rasa gatal dan dapat terjadi infeksi sekunder. Umumnya, rosasea terdiri dari beberapa tahap ( tidak semua orang mengalami semua tahap ini) . Tahap ini adalah

§ Flushing: timbul kemerah-merahan secara periodik pada wajah

§ Inflammatory lesions: papula, pustul

  • Edema
  • Telangiectasias (pelebaran pembuluh darah) mungkin terjadi beberapa waktu
  • Ocular rosacea mungkin terjadi (rasa panas pada mata dan mata berair )
  • Rhinophyma mungkin terjadi pada tinkat lanjut ( hidung bengkak dan kemerahan)

Tungau yang hidup di saluran kelenjar folikel di pinggir mata dapat mengganggu penglihatan penderita.

Gambar 1: Sejumlah papula tersebar di wajah dan leher.

Diagnosis

Diagnosis dengan menemukan Demodex folliculorum dari folikel rambut dan kelenjar keringat .

Pengobatan

Pengobatan demodisiosis pada kulit dapat dilakukan dengan olesan salep linden atau salep yang mengandung sulfur. Pengobatan lainnya adalah asam salisilat, metronidazol, krotamiton, lindane, and sublimed sulphur, oral metronidazole, oral ivermektin dan topical permethrin, and oral or topical retinoids . Papula pada wajah dapat disembuhkan setelah pengobatan dengan metronidazol secara sistemik dan topical selama 3 minggu dan terapi prednisolon dosis rendah secara oral.

Epidemiologi

Infeksi tungau ini adalah kosmopolit terjadi di seluruh di dunia dan dianggap tidak berbahaya.

Comments»

No comments yet — be the first.