blognya farmasis muda

asam manis hidupku..

  • it’s me!

    asam manis hidupku..
    nyummy

Archive for June, 2008

BIOLISTRIK

Posted by filzahazny on June 24, 2008

PERKEMBANGAN SEKSUAL
KROMOSOM SEKS WANITA  XX
KROMOSOM SEKS PRIA  XY
BILA SEORANG WANITA (XX) MENIKAH DGN SEORANG PRIA (XY) MAKA KEMUNGKINAN ANAK YANG TERJADI  X KETEMU X  XX WANITA
 X KETEMU Y  XY PRIA
CIRI KHAS GENDER
1 WANITA:

PAYUDARA
SUARA YANG HALUS
BAHU YANG TETAP (TDK MELEBAR)
PANGGUL YANG MEMBESAR (MELEBAR)
BETIS YANG RAMPING
MEMPUNYAI RAMBUT/BULU PADA BGN
AKSIS (KETIAK) DAN PUBIS (ALATKELAMIN) – PADA PUBIS SEGITIGA TERBALIK
2. PRIA

PAYUDARA TIDAK TUMBUH (RATA-FLAT)
BAHU MELEBAR (MEMBENTUK SGTG)
PANGGUL TETAP RAMPING
SUARA SEDIKT BERAT ,MEMPUNYAI JAKUN

MEMPUNYAI RAMBUT PD AKSIS
(KETIAK) DAN PUBIS DGN BENTUK EMPAT PERSEGI PANJANG
PERKEMBANGAN ORGAN INTERNAL
PADA AWAL PERKEMBANGAN (SEBELUM 7 MINGGU)  ADANYA DUCTUS WOLFFIAN, DUCTUS MULLERIAN, GONAD YANG AKAN BERKEMBANG MENJADI TESTIS ATAU OVARI, KANAL UTEROVAGINAL & SINUS UROGENITAL
SETELAH 7 MINGGU DUCTUS MULLERIAN AKAN BERKEMBANG MENJADI MALE (PRIA/JANTAN), SEDANGKAN BILA ADA MIH/MIF (MULLERIAN INHIBITING HORMONE/MULLERIAN INHIBITING FACTOR AKAN MENJADI FEMALE (WANITA/BETINA)
SETELAH MINGGU KE TUJUH  PRIA (MALE)TDPT SALURAN EPIDIDIMIS (CAPUT, TRUNCUS, CAUDA), VAS DEFERENS, VESIKULA SEMINALIS, PROSTAT, BULBOURETHRALIS, TESTIS YANG TURUN KE KANTUNG SKROTUM, VAGINAL RUDIMENTER, URETHRA (LITTRE), VESTIGIAL OF MULLERIAN DUCT
SEDANGKAN PADA WANITA (FEMALE)  JARINGAN FIMBRIAE, OVARI, LIGAMEN OVARI,  TUBA FALLOPI, VESTIGIAL OF WOLFFIAN DUCT

PERKEMBANGAN ORGAN EKSTERNAL
SEBELUM DIFERENSIASI ALAT KELAMIN TDD:
PHALLUS, PEMBENGKAKAN GENITAL, CELAH URETHRAL , BAGIAN BELAKANG
SETELAH MINGGU KE 7 MENJELANG MINGGU KE 8
PHALLUS  GLANS, LEKUKAN (AWAL) GENITAL, CELAH (SLIT) UROGENITAL , LIPATAN URETHRAL FOLD, PEMBENGKAKAN LABIOSCROTAL, ANUS
SETELAH MINGGU KE 12
PADA PRIA: LUBANG URETHRA, KEPALA PENIS, KANTUNG SCROTUM, TALI DARI PENIS KE SCROTUM (RAPHE), ANUS
SEDANGKAN PADA WANITA :CLITORIS, LUBANG URETHRAL, LABIUM MINOR, LUBANG VAGINA, LABIUM MAJORA
KONTROL HORMON UNTUK MASKULINISASI & DEFEMINISASI DARI ORGAN-2 SEKSUAL
MALE (XY)  ADANYA H-Y ANTIGEN  PERKEMBANGAN AWAL TESTES BILA ADA MIH/MIF (MULLERIAN INHIBITING HORMONE/MULLERIAN INHIBITING FACTOR  DEFEMINISASI  MENGHILANGKAN/MELAYUKAN SISTEM MULLERIAN
ADANYA ANDROGEN  MASKULINISASI   SISTEM WOLLFIAN AKAN BERKEMBANG MENJADI VAS DEFERENS, VESIKULA SEMINALIS & PROSTAT
JUGA AKAN TIMBUL PERKEMBANGAN AWAL DARI   PENIS & SKROTUM
LANJUTAN KONTROL HORMON
FEMALE (XX)  PERKEMBANGAN AWAL OVARI  MULLERIAN SYSTEM AKN BERKEMBANG  JARINGAN FIMBRIAE, TUBA FALOPII, UTERUS (RAHIM), VAGINA BAGIAN DALAM
BILA TIDAK HORMON  WOLFFIAN SYSTEM, TANPA ADANYA ANDROGEN  MELAYUKAN SEMUANYA

TERJADI PERKEMBANGAN GENITAL EKSTERNAL DARI FEMALE  ADANYA CLITORIS, LABIA (LABIUM) MINOR, LABIA (LABIUM) MAJOR, VAGINA BAGIAN LUAR
PRAEPUBERTAS
PADA ANAK WANITA USIA 10 TAHUN
DADA RATA
PANGGUL BELUM MELEBAR
BAHU BIASA SECARA UMUM
SUARA BIASA
RAMBUT PADA AKSIS (KETIAK) & KEMALUAN (PUBIS) BELUM ADA, BILA ADA SANGAT HALUS
BELUM MENGALAMI MENARCHE (HAID PERTAMA)
PADA ANAK LAKI-2 USIA 10 TAHUN
DADA RATA = DGN ANAK WANITA
PANGGUL RAMPING, BAHU BELUM MELEBAR
SUARA BIASA
RAMBUT PD AKSIS & PUBIS BELUM ADA, BILA ADA SANGAT HALUS
BELUM MENGALAMI MIMPI BASAH (SWEET DREAM)
MASA PUBERTAS (AKIL BALIQ)
PADA WANITA USIA 13 THN
PAYUDARA MULAI TUMBUH TUNAS, PUTING PAYUDARA SEDIKIT MEMBESAR ATAU MELEBAR, AEROLA MEGELEMBUNG
MENARCHE (HAID PERTAMA) TERJADI:
PANGGUL MULAI SEDIKIT ME- LEBAR
SUARA BERUBAH
RAMBUT AKSIS & PUBIS MULAI TUMBUH DENGAN CEPAT (MULAI SEDIKIT KASAR)
PADA LAKI-2 USIA 16 TAHUN:
DADA TETAP, RATA, AEROLA JG TETAP
TUMBUH JAKUN (ADDAM’ APPLE
MENGALAMI MIMPI BASAH (SWEET DREAM)
BAHU MULAI MELEBAR, PANGGUL TETAP RAMPING
SUARA SEDIKIT BERAT  MENGARAH KE BASS
RAMBUT AKSIS & PUBIS MULAI TUMBUH DENGAN CEPAT
MASA DEWASA
PADA WANITA DEWASA
PAYUDARA TUMBUH MAKSIMUM, PUTING & AEROLA SANGAT BERKEMBANG
BAHU TETAP
PANGGUL MELEBAR MAKSIMUM
SUARA KHAS WANITA
RAMBUT AKSIS MAKIN BANYAK, PUBIS MEMBENTUK SEGITIGA TERBALIK
PADA PRIA DEWASA
DADA TETAP RATA
BAHU MELEBAR MBTK SEGITIGA
PANGGUL TETAP RAMPING
SUARA MAKIN BERAT & PERTUMBUHAN JAKUN MAKSIMUM
RAMBUT AKSIS MAKIN BANYAK & LEBAT, PUBIS LEBAT MEMBENTUK 4 PERSEGI PANJANG
KUMIS, JENGGOT, BULU DADA, BULU KAKI & TANGAN
FUNGSI HORMON ESTROGEN & PROGESTERON PADA WANITA

FUNGSI HORMON ESTROGEN
UTAMA: PROLIFERASI SEL-2  PERTUMBUHAN JARINGAN ORGAN KELAMIN & YG BERKAITAN DGN REPRODUKSI

PD MASA PUBERTAS JUMLAH ESTROGEN 20 X DRPD MASA KANAK-2
ORGAN-2 GENITALIA BERTAMBAH BESAR  OVARIUM, TUBA FALOPII, UTERUS & VAGINA
DEPOSISI LEMAK PD MONS PUBIS, LABIA MAJORA SERTA PEMBESARAN LABIA MINORA
TUBA FALOPII, PAYUDARA, TULANG, RAMBUT, KULIT
PD TUBA FALOPII  MUKOSA YG MEMBATASI TB FALOPII  JUMLAH EPITEL BERSILIA MKN BANYAK  SILIA MEMBANTU MENDORONG OVUM YANG TELAH DIBUAHI KE ARAH UTERUS
PD PAYUDARA  PERKEMBANGAN JARINGAN STROMA PAYUDARA, PERTUMBUHAN SISTEM DUKTUS YANG LUAS, DEPOSIT LEMAK, PERTUMBUHAN KARAKTERISTIKA & PENAMPILAN LUAR PAYUDARA WANITA DEWASA
PD TULANG  KEKURANGAN ESTROGEN MENYEBABKAN OSTEOPOROSIS TULANG KRN  KURANGNYA AKTIFITAS OSTEOBLATIK PD TULANG, BERKURANGNYA MATRIKS TULANG, BERKURANG DEPOSIT KALSIUM & PHOSFAT TULANG  OSTEOPOROSIS  MELEMAHNYA TULANG, FRAKTUR PD TULANG
PD RAMBUT  AGAK LAMBAT DI BANDINGKAN PRIA
LANJUTAN HORMON …………….
FUNGSI PROGESTERON

PADA UTERUS  MEMPERSIAPKAN UTERUS UTK MENERIMA OVUM SETELAH FERTILISASI & MENGURANGI FREKUENSI & INTENSITAS KONTRAKSI UTERUS AGAR OVUM YANG TLH DIBUAHI TIDAK LEPAS
PD TUBA FALOPII  MEMBERI NUTRSI OVUM YG TLH DIBUAHI, & MEMBANTU DLM PEMBELAHAN SEL UNTUK DPT BERGERAK SEPANJANG OVIDUCT, SEBELUM IMPLANTASI
PD PAYUDARA  MENINGKATKAN PERKEMBANGAN LOBULUS & ALVEOLI PAYUDARA  MEMBESAR, TETAPI TIDAK MENSEKRESIKAN AIR SUSU  ASI KELUAR ATAS BANTUAN PROLAKTIN

FUNGSI HORMON TESTOSTERON PADA PRIA
DIBENTUK OLEH SEL-2 INTERSTIAL LEYDIG ANTARA TUBULUS SEMINIFERUS  JUMLAHNYA 20 % TESTIS ORANG DEWASA
TESTOSTERON YG TDK TERIKAT DLM JARINGAN DGN SEGERA DIUBAH DLM HEPAR  ANDROSTERON & DEHIDROEPIANDROSTERON  DIKONYUGASIKAN SEBAGAI GLUKORINIDA  KMD DISEKRESIKAN MELALUI INTESTINUM & URIN
BERTANGGUNG JAWAB THD MASKULINISASI TBH
PD KEHIDUPAN JANIN TESTIS SDH DI STIMULASI CGH (CHORIONIC GONADOTROPIN HORMONE) DARI PLACENTA SAMPAI DI LAHIRKAN
SELAMA ANAK-2 TESTOSTERON TDK DIPRODUKSI,  PRODUKSI LAGI MULAI AKIL BALIQ  DIBENTUK OLEH HIPOFISA BAGIAN ANTERIOR
MENGAPA TESTIS DISIMPAN DLM SKROTUM ???????

SEBELUM DILAHIRKAN BAYI LAKI-2 TESTIS TERSIMPAN DALAM RONGGA PERUT, TETAPI SETELAH DILAHIRKAN SECARA ALAMI AKAN TURUN KE KANTUNG SKROTUM
BILA TIDAK  UNDESCENDENS TESTICULORUM  MANDUL
BILA TERPAKSA DI URUT OLEH DOKTER YANG MEMBANTU DLM PROSES KELAHIRAN
BILA TIDAK DGN PENYUNTIKAN TESTOSTERON DPT MENYEBABKAN TESTIS TURUN  BILA KANALIS INGUINALIS CUKUP BESAR UNTUK DILALUI TESTIS
LANJUTAN TESTIS………….
TESTIS DISIMPAN DALAM KANTUNG SKROTUM KARENA PRODUKSI SPERMA HANYA BISA DILAKUKAN PD SUHU DI BAWAH SUHU TUBUH (KURANG DARI 36 derajad C)
BILA PADA SUHU DI BAWAH 36 derajad C, PRODUKSI SPERMA LANCAR LEBIH KURANG 70 HARI
PERKEMBANGAN MULAI DARI SPERMATOGONIUM AKAN BERUBAH  SPERMATOGONIUM A (BAKAL SPEMATOGONIUM LAGI) DAN B  SPERMATOSIT PRIMER  SPERMATOSIT SEKUNDER  SPEMATID  SPERMATOZOA
PERISTIWA DARI SPERMATOGONIUM  SPERMATOZOA  SPERMATOGENESIS
PERISTIWA DARI SPERMATOGONIUM  SPERMATID  SPERMIO GENESIS
SEDANGKAN PERISTIWA SPERMATID  SPERMATOZOA  TRANSFORMASI
LANJUTAN TESTIS ……………………..
SAAT AKAN KELUAR DARI TUBUH SEORANG PRIA, MAKA AKAN DIBANTU OLEH GETAH-2 DARI KELENJAR ASESORIS  VES1KULA SEMINALIS, PROSTAT, BULBO URETHRALIS (COWPER’S) SERTA URETHRA (LITTRE)
KELUAR TUBUH SECARA GARIS BESAR MELALUI TESTIS  EPIDIDI MIS (CAPUT-TRUNCUS-CAUDA)  VAS DEFERENS  VESIKULA SEMI NALIS  PROSTAT  BULBO URETHRALIS (COWPER’S)  URETHRA (LITTRE)  KELUAR TUBUH  PERISTIWA INI DISEBUT EJAKULASI
SEBELUM EJAKULASI AKAN MELALUI PERISTIWA EREKSI (BANGUN-NYA PENIS DARI TIDUR)  KARENA PERBEDAAN KECEPATAN ALIRAN DARAH, KE PENIS KONSTAN, YANG KELUAR PENIS TERHAMBAT  ME NYEBABKAN KORPUS CAVERNOSUM & KORPUS SPONGIOSUM PENUH TERISI OLEH DARAH  SEHINGGA PENIS EREKSI SECARA PERLAHAN DAN DIBANTU ADANYA SYARAF SPINAL ERIGENUS
PENGARUH TESTOSTERON PADA PERKEMBANGAN SIFAT KELAMIN PRIMER & SEKUNDER
SETELAH PUBERTAS MENYEBABKAN PENIS, SKROTUM, TESTIS MEMBESAR +  8 KALI LIPAT SEBELUM USIA 21 TAHUN
SETELAH USIA 21 TAHUN (DEWASA) PEMBESARANNYA MENETAP (SUDAH MAKSIMUM)
NORMAL PENIS ADALAH 5 – 18 CM (DALAM KEADAAN TIDUR), BILA EREKSI BISA MENCAPAI 15 – 20 CM
PD RAMBUT  PERTUMBUHAN RAMBUT DI ATAS PUBIS  BU LU DADA, WAJAH (KUMIS,  JENGGOT & JAMBANG) BULU TANGAN, BULU KAKI  MENYEBAR DENGAN CEPAT
PD SUARA  TESTOSTERON YG DISUNTIKAN KE TUBUH  HIPERTROPI MUKOSA LARYNG  SEHINGGA SUARA MENJADI KERAS & BERAT, BAHKAN KADANG-2 SUARA MENJADI PECAH
SYARAT-2 ANALISIS SEMEN
DEWASA
SEHAT JASMANI & ROHANI
ONANI/MASTURBASI (DULU DICOBA DENGAN PENGGUNAAN KARET KB (KONDOM) & COITUS INTERRUPTUS (SENGGAMA TERPUTUS)
ABSTINENSIMINIMAL 3 HARI
PEMERIKSAAN TIDAK BOLEH LEBIH DARI 2 JAM
SIMPAN DLM BOTOL GELAS (BUKAN BTL PLASTIK)
BOTOL BERWARNA COKLAT (GELAP) AGAR TIDAK KENA SINAR MATAHARI
PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS & MIKROSKOPIS
MAKROSKOPIS
WARNA  PUTIH KERUH/PUTIH KELABU/PUTIH MUTIARA
BAU  KHAS SEPERTI AKASIA
pH  7,2 – 8,0 (MENGARAH KE BASA)  KERTAS pH ATAU KERTAS LAKMUS
VOLUM  ANTARA 1 CC – 6 CC  NORMOSPERMIA, KURANG DARI 1 CC  HIPOSPERMIA, LEBIH DARI 6 CC  HIPERSPERMIA
VISKOSITAS  3-5 X AIR (LEBIH KENTAL)
LIKUIFAKSI  MENGALAMI PENGENCERAN SETELAH 30 MENIT
MIKROSKOPIS

MORPHOLOGI (BENTUK)  NORMAL & ABNORMAL
JUMLAH PER VOLUM EJAKULAT  HIGH FERTILE, RELATIVE FERTILE, FERTILE, SUBFERTILE, INFERTIL (MANDUL)
KECEPATAN GERAK SPERMATOZOA  KATAGORI A SAMPAI KATAGORI E
MOTILITAS  DENGAN 2 LARUTAN PENGENCER  LARUTAN GEORGE & LARUT- AN FISIOLOGIS (NaCl 0,9 %)
MORPHOLOGI (BENTUK)

NORMAL
ABNORMAL TERDIRI DARI:
KELAINAN PADA KEPALA: DUA, TIGA, BESAR, KECIL, PIRIFORMIS, TERATOGEN (CACAD),
KELAINAN PADA LEHER: BENGKOK (MELENGKUNG), ASIMETRIS
KELAINAN PADA EKOR: DUA, TIGA, MELENGKUNG, PATAH, MENGGELEMBUNG SEPERTI OBAT NYAMUK
JUMLAH PER VOLUM EJAKULAT

HIGHFERTILE  185 JUTA MOTIL/VOLUM EJAKULAT
RELATIVE FERTILE  80 – 185 JUTA MOTIL/VOL EJAKULAT

FERTILE  40 – 80 JUTA MOTIL/VOLUM EJAKULAT

SUBFERTILE  20 – 40 JUTA MOTIL/VOL EJAKULAT
INFERTILE/STERILE  10 – 20 JUTA MOTIL/VOL EJAKULAT
KECEPATAN GERAK SPERMATOZOA
PADA DAERAH 0,05 mm X 0,05 mm

LURUS KE DEPAN DGN KECEPATAN MAKSIMUM 1,2 DETIK  KATAGORI A DENGAN NILAI 4
LURUS KE DEPAN DGN KECEPATAN LEBIH DARI 1,2 DETIK  KATAGORI B DENGAN NILAI 3
LURUS KE DEPAN SAMPAI TENGAH KEMUDIAN BERBALIK ARAH DATANG  KATAGORI C DENGAN NILAI 2
LURUS KE DEPAN SAMPAI DI TENGAH BERPUTAR-PUTAR  KATAGORI D DENGAN NILAI 1
SAMA SEKALI TIDAK ADA GERAKAN  KATAGORI E DENGAN NILAI 0

MOTILITAS
MENGGUNAKAN 2 LARUTAN PENGENCER
LARUTAN GEORGE TERDIRI DARI: ASAM SITRAT 3%, PEWARNA EOSIN DAN FORMALIN 4 % SEBANYAK 1 ml
LARUTAN FISIOLOGIS NaCl 0,9 %
PD LARUTAN GEORGE SEMUA SPERMA AKAN MATI
PD LARUTAN NaCl 0,9 %, HANYA SPERMA YG MATI PD SAAT DIKELUARKAN
MOTILITAS:
(LARUTAN GEORGE – LARUTAN FISIOLOGIS) : LARUTAN GEORGE X 100 %

Posted in BIOLOGI | Tagged: , , | 3 Comments »

Dimensi Agama Islam dalam Pengembangan Iptek

Posted by filzahazny on June 15, 2008

Seiring perubahan zaman, peradaban manusiapun semakin maju.. Teknologi yang muncul saat ini merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method) (Jujun S. Suriasumantri, 1992). Sedangkan teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari (Jujun S. Suriasumantri,1986). Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan iptek (Agus, 1999).

Perkembangan iptek saat ini meliputi berbagai bidang diantaranya meliputi bidang komunikasi, kesehatan, transportasi dan bidang-bidang lainnya yang semakin kompleks. Bidang transportasi misalnya, jika sebelumnya seseorang harus menempuh waktu berbulan-bulan untuk menuju Mekkah, sekarang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja dengan memanfaatkan pesawat terbang. Contoh lainnya adalah internet. Melalui internet, manusia dapat berkomunikasi antara satu dengan lainnya walaupun berada di belahan dunia lain. Selain itu, kita dapat mengakses berbagai informasi dengan mudah dan cepat tanpa harus bersusah payah mencarinya di perpustakaan, cukup memasukkan kata kunci ke dalam search engine, dalam sekejap kita akan memperoleh banyak informasi. Berkat teknologi, segala kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan mudah dan sekejap.

Islam sebagai agama yang tawazun, tidak melarang manusia memanfatkan berbagai macam teknologi saat ini. Karunia Allah yang tak terhitung banyaknya justru harus dimanfaatkan sebagi wujud syukur kita kepadaNya. Bumi dan seluruh isinya masih menjadi misteri, masih banyak hal-hal yang belum kita ketahui. Oleh karena itu, sebagai khalifah manusia perlu mengungkap seluruh nikmat Allah yang masih tersembunyi dengan Ilmu pengetahuan sebagai wujud syukur manusia kepada-Nya. Ilmu pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi teknologi yang mampu mempermudah hidup manusia. Tidaklah heran bila Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, bahkan Allah akan memberikan karunia yang melimpah bagi orang tersebut. Dalam surah Mujadilah: 11 Allah berfirman;

“….Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu di antara kamu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Tidak hanya itu, dalam surah Al-Alaq: 1, Allah berfirman: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.” Ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam (Al-Qashash, 1995:81). Kedua ayat tersebut mengindikasikan sebuah paradigma bahwa Islam sejalan dengan ilmu pengetahuan. Agama dan ilmu pengetahuan merupakan suatu sistem yang saling melengkapi.

Paradigma Islam tentang ilmu pengetahuan berbeda dengan peradaban lainnya. Peradaban Yunani misalnya, ilmuwan yunani semata-mata adalah perenung alam semesta. Tak pernah terpikirkan memanfaatkan sains untuk menciptakan teknologi yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Peradaban selanjutya, yaitu peradaban Kristen pada akhir abad XIX di Barat. Kristen saat itu penuh dengan dogma atau doktrin yang mengharuskan penganutnya untuk meyakini bible. Ajaran Kristen dijadikan standar kebenaran ilmu pengetahuan. Tapi ternyata banyak ayat Bible yang berkontradiksi dan tidak relevan dengan fakta ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat bahwa Nicolaus Copernicus mengalami hukuman berat akibat menetang dogma gereja yang menyatakan bahwa bumi pusat alam semesta padahal, kenyataannya mataharilah pusat alam semesta Kontradiksi antara agama dan ilmu pengetahuan tersebut pada akhirnya menimbulkan paradigma sekuler yang hingga saat ini masih banyak dianut oleh Barat bahkan sebagian Negara yang mayoritas penduduknya muslim. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu tidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia-Tuhan. Bahkan saat ini muncul paradigma yang lebih ekstrim lagi yaitu paradigma sosialis, yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada dan tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Iptek bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama.

Seiring berkembangnya teknologi komunikasi saat ini, maka berbagai pengaruh luar seperti cara pandang, budaya dan ideologipun dapat dengan mudah menyebar khususnya cara pandang sekuler. Hal tersebut terlihat dari mulai berubahnya cara pandang orang terhadap agama. Agama hanya dipandang sebagai aktivitas ritual tanpa implementasi. Kebanyakan orang menilai sesuatu yang baik berdasarkan materi yang dimilikinya. Dalam kasus penutupan situs porno misalnya, masih banyak pemilik warnet yang menentang penggunaan software antiporno karena khawatir penghasilannya berkurang. Kenyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemilik warnet menganggap materi adalah segala-galanya. Mereka tidak memikirkan efek situs porno bagi ‘penikmatnya’. Tidak hanya itu, mereka juga tidak merasa terbebani secara moral akan uang haram yang diperolehnya karena agama hanya dipandang sebagai aktivitas ritual.

Penggunaan teknologi tanpa dilandasi agama hanya akan membawa kemudharatan. Pengguna situs porno misalnya, tidak akan memperoleh manfaat dari aktivitas yang dilakukannya. Mereka akan terpengaruh tontonan tersebut, dan berkeinginan untuk menirunya. Seperti yang sering kita temui dalam berita kriminal, banyak kasus perkosaan yang diawali oleh film porno. Bila hal ini terus berlanjut, berapa banyak generasi Indonesia yang rusak akibat situs porno dan perkosaan?

Pemerintah sebagai ulil amri yang memiliki kuasa atas pemerintahan harus bertindak tegas terhadap situs porno tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat peraturan, mengesahkan dan menerapkannya. Tidak hanya itu, pengunaan software antiporno juga dapat diterapkan walaupun dalam kenyataannya masih kurang efektif. Meskipun kurang efektif, ini merupakan langkah awal dan wujud kepedulian pemerintah akan moralitas generasi Indonesia di masa depan. Dengan tidak lanjut pemerintah tersebut, diharapkan teknologi dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan generasi Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dalam hal iptek melalui penggunaan teknologi yang tepat guna. Namun, langkah pemerintah tersebut masih terbentur masalah dana dan sumber daya manusia untuk menciptakan software anti porno. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Posted in tentang islam | Tagged: , , , , | 6 Comments »

UJI KOEFISIEN FENOL

Posted by filzahazny on June 15, 2008

Tujuan : untuk mengevaluasi daya anti mikroba suatu desinfektan, perlu diperkirakan potensi kekuatannya dan efektifitas desinfektan antara lain : konsentrasi, lamanya kontak sebagai pembunuh atau penghambat pertumbuhan.

Salah satu cara untuk mengukur efektifitas suatu desinfektan terhadap mikroorganisme adalah dengan membandingkannya terhadap fenol standar yang disebut sebagai uji koefisien fenol.

Prinsip :

Pertumbuhan bakteri uji pada media yang sesuai setelah bakteri tersebut kontak dengan desinfektan dalam waktu 5 menit dan 10 menit.

Bahan :

Kaldu nutrisi / NB

Air suling steril

Staphyloococcus aureus dalam agar

Alat :

Tabung reaksi

Ose

Stopwatch

Cara pengujian

  1. Media kaldu nutrisi disediakan dalam tabung reaksi ukuran 20 x 150 mm, dengan volume masing-masing 10 ml. Komposisi perliter terdiri dari 10 g pepton, 5 g ekstrak daging dan 5 g NaCl. Ph akhir ; 6,8
  2. Bakteri Staphylococcus aureus ditanam pada agar nuutrisi miring dan diinkubasi pada suhu 370 C selama 24-48 jam. Biakan dari agar miring diinokulasikan pada media kaldu nutrisi dan diinkubasi padasuhu 370 Cselama 24 jam. Buat pengenceran sesuai dengan larutan Mc. Farland III, kemudian lakukan pengenceran dengan larutan NaCl fisiologis hingga diperoleh pengenceran 10 x, 100x dan 1000x
  3. Dibuat larutan persediaan baku fenol 5% dengan cara menimbang 2,5 g kristal fenol dalam 50 ml air suling steril ( disesuaikan dengan kebutuhan), kemudian diencerkan kembali dengan mengambil larutan fenol tersebut sebanyak 12,5 ml dan mencampurkannya dengan air suling sebanyak 25 ml sehingga diperoleh perbandingan 1 : 80.
  4. Dibuat larutan desinfektan di dalam air suling steril sehingga diperoleh pengenceran 1 : 10, 1 : 80, 1: 100, dan 1: 150. pengenceran dibuat dalam tabung-tabung reaksi ukuran 25×150 mm; volume desinfektan yang diperlukan dalam

Hasil Pengamatan

Hasil yang diperoleh dari percobaan uji koefisien fenol adalah

Larutan

Konsentrasi

5’

10’

15’

Fenol

1: 80

+

-

-

Uji I

1: 80

+

+

+

Uji II

1: 100

+

+

+

Uji III

1: 150

+

+

+

Seluruh hasil percobaan uji desinfektan menunjukkan hasil positif tumbuhnya kuman Staphylococcus aureus. Hal ini terlihat dari keruhnya semua tabung uji tanpa adanya selaput putih.

Pada uji fenol, kuman hanya tumbuh pada tabung 5’ sedangkan tabung 10’ dan15’, kuman tidak tumbuh. Ini terbukti dari keruhnya tabung 5’ sedangkan tabung 10’ dan 15’ terlihat keruh.

Pembahasan

Seluruh tabung uji I, uji II, uji III menunjukkan hasil positif tumbuhnya kuman karena proses kerja yang septis. Komunikasi saat proses kerja mungkin menjadi salah satu faktor gagalnya percobaan. Saat berkomunikasi, percikan air liur atau hembusan uap air dari hidung dan mulut akan menambah jumlah kuman yang tidak sebanding dengan daya bunuh desinfektan. Faktor lainnya kemungkinan disebabkan oleh peralatan yang tercemar/ tidak aseptis.

Berbeda dengan percobaan uji I, uji II,uji III hanya memberi hasil positif tumbuhnya kuman pada tabung 5’ yang menunjukkan kuman masih mampu tumbuh pada fenol konsentrasi 1,25% selama 5 menit. Jernihnya tabung 10’ dan 15’ menunjukkan kuman Staphylococcus aureus tidak dapat tumbuh pada fenil konsentrasi 1,25% selam 10 dan 15 menit. Berhasilnya percobaan fenol ini lebih disebabkan karena proses pengerjaan yang benar, yaitu tanpa komunikasi.

Kesimpulan

Apabila percobaan yang kami lakukan tidak gagal (menunjukkan hasil) maka angka koefisien fenol dapat ditentukan dengan

Faktor pengenceran tertinggi desinfektan dibagi   Faktor pengenceran tertinggi baku fenol

Namun, percobaan menunjukkan hasil (+) sehingga angka koefisien fenol tidak dapat ditentukan.

Posted in mikrobiologi | Tagged: , , , | 4 Comments »

Demodisiosis

Posted by filzahazny on June 15, 2008

Demodisiosis adalah infestasi oleh Demodex folliculorum.

Taksonomi Demodex folliculorum

Kingdom:

Animalia

Filum:

Arthropoda

Subfilum:

Chelicerata

Kelas:

Arachnida

Subkelas:

Acari

Superordo:

Acariformes

Ordo:

Prostigmata

Subordo:

Eleutherengona

Superfamili:

Chelyetoidea

Famili:

Demodicidae

Genus:

Demodex

Morfologi

Demodex folliculorum termasuk famili demodicidae. Demodex folliculorum adalah tungau folikel rambut berbentuk panjang menyerupai cacing semi transparan dengan 2 gabungan segmen tubuh berukuran 0,1-0,3 mm dan berkaki empat pasang yang letaknya berdekatan serta mempunyai abdomen dengan garis-garis transversal. 4 pasang kaki terdapat pada segmen tubuh bagian pertama. Tubuhnya tertutup rangka luar dan mempunyai mulut untuk memakan sel kulit, hormon, dan air yang terdapat di folikel rambut. Demodex folliculorum betina lebih pendek dan membulat daripada Demodex folliculorum jantan. Tungau ini juga mampu berjalan di permukaan kulit dengan kecepatan 8-16 cm per jam.

Siklus hidup Demodex folliculorum

Siklus hidup Demodex folliculorum berlangsung selama 18-24 hari dalam tubuh hospes. Baik jantan maupun betina memilki lubang genital untuk melakukan perkawinan. Perkawinan berlangsung di folikel rambut dan kelenjar keringat. Betina bertelur dan meletakan telurnya sebanyak 20-24 di folikel rambut. Larva yang memiliki 6 kaki menetas pada hari ke 3-4. 7 hari Kemudian, larva berkembang menjadi dewasa.

Patologi dan gejala klinis

Parasit ini hidup di folikel rambut dan kelenjar keringat terutama di sekitar hidung dan kelopak mata sebagai parasit permanen. Kadang-kadang tungau ini ditemukan di bagian tubuh lain seperti kulit kepala. Demodex folliculorum dapat menyebabkan kelainan berupa blefaritis, akne, rosasea dan impetigo kontagiosa yang disertai rasa gatal dan dapat terjadi infeksi sekunder. Umumnya, rosasea terdiri dari beberapa tahap ( tidak semua orang mengalami semua tahap ini) . Tahap ini adalah

§ Flushing: timbul kemerah-merahan secara periodik pada wajah

§ Inflammatory lesions: papula, pustul

  • Edema
  • Telangiectasias (pelebaran pembuluh darah) mungkin terjadi beberapa waktu
  • Ocular rosacea mungkin terjadi (rasa panas pada mata dan mata berair )
  • Rhinophyma mungkin terjadi pada tinkat lanjut ( hidung bengkak dan kemerahan)

Tungau yang hidup di saluran kelenjar folikel di pinggir mata dapat mengganggu penglihatan penderita.

Gambar 1: Sejumlah papula tersebar di wajah dan leher.

Diagnosis

Diagnosis dengan menemukan Demodex folliculorum dari folikel rambut dan kelenjar keringat .

Pengobatan

Pengobatan demodisiosis pada kulit dapat dilakukan dengan olesan salep linden atau salep yang mengandung sulfur. Pengobatan lainnya adalah asam salisilat, metronidazol, krotamiton, lindane, and sublimed sulphur, oral metronidazole, oral ivermektin dan topical permethrin, and oral or topical retinoids . Papula pada wajah dapat disembuhkan setelah pengobatan dengan metronidazol secara sistemik dan topical selama 3 minggu dan terapi prednisolon dosis rendah secara oral.

Epidemiologi

Infeksi tungau ini adalah kosmopolit terjadi di seluruh di dunia dan dianggap tidak berbahaya.

Posted in Parasitologi | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

PENGARUH POLA TIDUR BAGI KESEHATAN

Posted by filzahazny on June 13, 2008

Aktivitas organisasi yang padat dan tugas kuliah yang menumpuk menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, tak ada pilihan lain bagi mahasiswa selain begadang. Nani mahasiswi kimia 06 mengaku begadang setiap malam saat ujian atau mengerjakan tugas praktikkum. Berbeda dengan Nani, Arif mahasiswa farmasi 07, mengungkapkan begadang saat menjelang ujian. Ketika ditanya tentang jam tidur, mahasiswa yang aktif di BEM MIPA dan MII ini, menjawab “Gua sih tidur mulai dari jam 2 sampe jam 5 atau ga tidur sama sekali kalo begadang” Aktivitas yang padat serimg menyita waktu tidur padahal tidur merupakan kebutuhan dasar setiap orang yang tidak dapat diganggu pelaksanannya.

Kasus diatas tidak hanya dialami oleh Arif dan Nani, tetapi juga mahasiswa lainnya . Mereka harus mengubah jam biologisnya untuk memenuhi tuntutan kewajiban. Jam biologis merupakan mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Jam biologis manusia sudah terprogram secara genetik untuk menentukan waktu bangun dan tidur, setiap orang memiliki jam biologis yang berbeda- beda tergantung umur, pekerjaan dan temperamen.

Melawan jam biologis akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dr. Restak, seorang ahli saraf mengemukakan “irama terjaga dan tidur yang biasa tampaknya menimbulkan pengaruh stabilisasi pada kesehatan psikologis dan fisik kita.” Jam biologis yang berkurang akan memberikan efek buruk bagi jantung, hati, otak, dan berat badan. dr. Rini menambahkan “ kurang tidur membuat tekanan darah turun, mudah lelah dan pada akhirnya memicu penyakit jantung.” Tidur malam atau terlalu siang merupakan penyebab kerusakan hati. Ini terkait dengan pola pembuangan di tubuh kita yang terganggu akibat begadang. Saat tidur, organ-organ tubuh beristirahat sehingga menetralakan kerusak yang terjadi akibat kegiatan sehari-hari, membersihkan secara menyeluruh melaui aliran darah dan memulihkan keseimbangan kimiawi. Terkait dengan otak, kurang tidur menyebabkan otak berhenti memproduksi sel-sel baru. Penelitian yang dimuat dalam Proceeding of the Nation of Science menemukan bahwa kurang tidur pada tikus akan mempengaruhi hipopocampus, suatu wilayah di otak yang terlibat dalam pembentukan ingatan. Belum diketahui apakah efek kurang tidur pada tikus akan ini sama dengan manusia. Tapi faktanya manusia akan sulit berkonsentrasi akibat kurang tidur. dr. rini menyatakan bahwa kurang tidur juga bias mengakibatkan nafsu makan meningkat. Sejalan dengan pernyataan dr. Rini, Nani mahasiswi kimia 06 mengaku lebih banyak ngemil untuk menghindari kantuk. Saat kurang tidur, terjadi penekanan hormone protein bernama leptin dan menimbulkan rasa lapar yang berakibat pada peningkatan berat badan.

Keadaan fisik yang menurun akibat begadang kadang diperparah oleh kebiasaan mahasiswa minum stimulant seperti minuman berenergi ataupun kopi. Arif mahasiswa farmasi 07 mengaku minum kopi pahit sebelum begadang. “minum kopi boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Kalau berlebihan bias mengakibatkan insomnia karena saraf dipacu terus untuk terjaga,” ujar dr. Rini. dr Rini juga mengngkapakan bahwa minuman berenergi tidak dianjurkan untuk diminum saat begadang. Hal tersebut disebabkan oleh rasa masam dalam minuman yang dapat memicu penyakit maag dan pemanis buatan yang dalam jangka waktu lama akan menimbulkan kanker. Efek kurang tidur secara psikologis mengakibatkan hiperaktif, kurang mengendalikan diri dan emosi, meningkatkan nafsu birahi, kurang gesit, lekas marah dan tersinggung.

Jam biologis yang kacau tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur atau begadang melainkan tetapi juga terlalu banyak tidur. dr Rini mengungkapkan bahwa terlalu banyak tidur mengakibatkan sirkulasi darah tidak lancar loyo dan lemah badan yang loyo dan lemah tersebut disebabkan oleh reabsorpsi limbah serta metabolisme tubuh. Mengubah jam biologis menjadi hal yang tidak dapat dihindari mengingat banyaknya kewajiban yang harus dilakukan. Verikut ini tips untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit walaupun harus begadang :

  • Banyak mengonsumsi makanan begizi dan vitamin
  • Mengurangi konsumsi karbohidrat, memperbanyak minum air putih
  • Tidak merokok

Pasca begadang, rasa kantuk terkadang sulit ditahan. Untuk menghindari kantuk pasca begadang dr. Rini menyarankan agarmengganti jam tidur yang kurang. Di sisi lain ada pula orang yang mengalami gangguan tidur pasca begadang. Ada beberapa tips untuk memperoleh tidur yang berkualitas yaitu :

  • Memperbaiki posisi tidur

Ø Posisi tidur yang paling sempurna yaitu posisi dimana tubuh dapat menjadi rileks. Saat tidur, usahakan tubuh tidak melengkung karena posisi ini dapat mengganggu sirkulasi jantung dan darah.

Ø Tidak tidur berbaring dengan posis telentang. Posisi ini kurang sehat karena menekan atau menyesakkan tulang punggung

Ø Tidak tidur menghadap kiri. Posisi ini dapat mengganggu kesehatan karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak, jika ini terjadi kita akan mengalami mimpi-mimpi sedih memilukan, mimpi buruk/seram (nightmares) bahkan berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme).

Ø Tidak tidur tengkurap atau menelungkup. Posis ini tidak praktis untuk pernapasan.

Ø Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap kekanan). Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas wahyu, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan.

Ø Dalam posisi tidur diusahakan agar kepala menghadap ke Utara dan kaki mengarah ke Selatan, sehingga tubuh tidak menolak arus/medan magnet konstan mengaliri sekujur tubuh dari kutub magnetik Utara menuju ke Selatan dan ‘terhubung’ lancar ke sistem saraf kita.

  • Mengarahkan perhatian pada hal-hal yang berhubungan dengan moral dan spiritual.

Rasulullah Muhammad SAW menyuruh kaum Muslim untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Al Quran, yaitu ayat Kursi dan tiga surah terakhir dari Al Quran sebelum tidur. Sebagaimana dapat diketahui, ayat-ayat tersebut banyak berbicara mengenai keagungan dan keindahan sifat-sifat Tuhan, dan hal ini akan memberikan kesan yang dalam serta kuat di alam fikiran kita. Merenungkan sifat-sifat keTuhanan tersebut akan membersihkan dan meninggikan ruhani serta mendapat perlindungan Allah SWT terhadap segala godaan setan dan hal-hal yang merugikan.

Kebutuhan tidur harus dipenuhi baik secara kualitas maupun kuantitas karena tidur mempengaruhi funsi fisiologi tubuh.

Posted in kesehatan | Tagged: , , | 6 Comments »