lingkungan kita

PEMANASAN GLOBAL DAN BUKTI ILMIAHNYA


Pemanasan global menjadi isu bahasan penting di negara-negara di seluruh dunia. Para kepala negara di seluruh dunia selalu menyisipkan isu ini pada pertemuan tingkat regional maupun internasional. Begitu pentingnya isu ini, belum lama ini Panitia Pemberi Nobel, The Norwegian Nobel Committee menganugerahkan Nobel Perdamaian kepada Albert Alnorld Gore Jr dan Interngovernmental Panel of Climate Change (IPCC) atas usahanya dalam membangun dan meyebarkan pengetahuan tentang pemanasan global. Tidak hanya itu, pada Earth Summit di Rio De Janeiro, Brazil pada tahun 1992, 150 negara telah berikrar untuk menghadapi masalah dan setuju untuk merumuskan perjanjian secara mengikat dalam protokol Kyoto pada tahun1997 oleh 160 negara. Masalah pemanasan global sudah seharusnya menjadi prioritas utama untuk diselesaikan mengingat gejala- gejala alam yang tidak biasa semakin sering terjadi. Olah karena itu, penulis mengangkat tema Pemanasan Global dan Bukti Ilmiahnya.

Pemanasan global adalah kejadian temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Adanya gejala alam seperti peningkatan suhu global, permukaan air laut, kadar gar rumah kaca , kepunahan beberapa spesies dan munculnya penyakit serta gejala-gejala alam yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data terkini dari NOAA dari Pegunungan Rocky USA menunjukkan bahwa kadar CO2 meningkat secara signifikan. Konsentrasi polutan di Atmosfer bahkan mencapai rekor tertinggi sebesar 381 ppm, 100 ppm lebih tinggi selama sejuta tahun. Keberadaan CO2 berlebihan mengakibatkan panas matahari sulit untuk keluar dari atmosfer setelah mengalami pemantulan. Akibatnya bumi semakin panas. Peningkatan kadar CO2 membuktikan bahwa bumi tengah mengalami pemanasan global.

Bukti pemanasan global lainnya adalah peningkatan suhu. Berdasarkan laporan IPCC, temperatur global pada permukaan bumi telah meningkat 0,74 ± 0,18ºC selama seratus terakhir. Tidak hanya itu, pencitraan satelit NASA dengan sensor AMSR-E Jepang menunjukkan pemanasan yang paling signifikan terjadi di wilayah Arktik pada 1978-2003. Sejak November 1978, atmosfer Arktik telah mengalami peningkatan panas 7 kali lebih cepat daripada pemanasan di bumi bagian selatan. Peningkatan suhu ini disebabkan oleh peningkatan kadar CO2.

Es-es dan salju abadi mencair. Ini akibat dari peningkatan suhu bumi. Seperti yang survey WWF (2006) yang melaporkan bahwa Himalaya (cadangan air beku kedua di dunia) telah mencair dengan laju 10-15m/tahun sehingga menimbulkan banjir di daerah aliran sungai Gangga, Indus, Mekong dan sungai lainnya. Selain itu, beberapa bagian gunung es di Antartika telah pecah selama dekade ini yaitu Betting Wilkins (1100 km²) dan Larsen B (13500 km²).

Bukti lainnya adalah kenaikkan permukaan air laut akibat mencairnya es-es di kutub. Berdasarkan laporan IPCC, tinggi muka laut dunia meningkat 10-25 cm selama abad 20. Banyak pulau seperti P.Tegua dan P.Abenuea di Kiribati tenggelam pada tahun 1999. Penduduk yang tinggal di kepulauan Cantaret di Papua New Guinea, Shismaref di Alaska, dan Tuktoyaktuk di Kanada juga harus pindah karena pulau mereka terancam tenggelam.

Beberapa jenis species mengalami kepunahan dan muncul penyakit yang angka kematiannya terus meningkat. Katak Atelopus sp misalnya, punah akibat infeksi fungi patogen Batrachocytrium dendrobatridis yang terus meningkat akibat peningkatan suhu di sekitar pegunungan Amerika Selatan. Angka kematian akibat serangan panas ( heat stroke) meningkat secara signifikan. Di Eropa, heat stroke telah menewaskan 25000 orang, 800 orang diantaranya berasal dari Inggris.

Gejala-gejala alam dan bukti ilmiah yang ada telah membuktikan bahwa pemanasan global tengah terjadi. Pemanasan global sudah seharusnya menjadi perhatian bagi semua pihak untuk diselesaikan secara tuntas karena masalah ini menyangkut kehidupan manusia di masa mendatang.

IPA dan teknologi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan tidak hidup sedangkan teknologi adalah hasil dari pengembangan ilmu yang dapat dengan mudah diaplikasikan. Perkembangan IPA dan teknologi dapat dirasakan dengan banyaknya kemudahan manusia dalam melakukan aktivitasnya. Dalam hal industri misalnya, mereka dapat dengan cepat memproduksi. Namun, dampak dari industri adalah polusi udara (CO2, S, CO dll). Agar hal-hal tersebut dapat dihindari, IPA dan teknologi harus dipelajari dan dimanfaatkan lebih jauh. Ini penting demi terciptanya teknologi yang ramah lingkungan sehingga kerusakan alam dapat diminimalisasi.

 

Peningkatan kadar CO2 akibat banyaknya industri yang menggunakan bahan bakar fosil. Hal tersebut telah melanggar etika lingkungan karena penggunaan bahan bakar fosil mengakibatkan kerusakan alam berupa pemanasan global. Etika lingkungan merupakan petunjuk arah perilaku praktis manusia dalam mewujudkan moral lingkungan. Dengan etika lingkungan, diharapkan terwujud suatu pembangunan yang melarutkan unsur-unsur lingkungan dalam prosesnya. Namun, hal tersebut masih sulit diterapkan mengingat masih sedikitnya ketersediaan teknologi yang menguntungkan secara ekonomi maupun ekologi.

Bumi sebagai tempat kehidupan merupakan tempat bagi makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam di dalamnya. Gejala-gejala alam yang menunjukkan adanya pemanasan global menunjukan bahwa bumi bukan lagi sebagai tempat yang aman untuk hidup. Hal ini terbukti dari beberapa pulau kecil sebagai tempat tinggal manusia tenggelam akibat naiknya permukaan air laut. Lapisan litosfer mulai tertutup oleh air dan lapisan hidrosfer semkin meluas. Akibatnya, manusia akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, tempat tinggal dan kebutuhan lainnya.

Terkait dengan sistem manajemen lingkungan, gejala-gejala alam yang tidak biasa tersebut membuktikan bahwa selama ini manusia mengabaikan sistem tersebut. Sistem manajemen lingkungan merupakan suatu proses yang menekankan upaya peningkatan efisiensi dengan meminimalisasi pengeluaran limbah melalui proses produksi atau teknologi bersih lingkungan. Minimalisasi limbah terdiri dari aktivitas 3R; reduce (kurang), recycle (daur ulang) dan reuse (penggunaan kembali). Dengan aktivitas 3R, kita dapat menghemat penggunaan sumber daya alam dan melindungi alam dari kerusakan-kerusakan. Bila sistem manajemen lingkungan diterapkan, peningkatan kadar karbondioksida yang mengakibatkan punahnya spesies hewan, kenaikan permukaan air laut dan merebaknya penyakit langka dapat dihindari. Namun fakta menunjukkan bahwa gejala-gejala akibat pemanasan global secara nyata tengah dihadapi manusia.

About these ads

One thought on “PEMANASAN GLOBAL DAN BUKTI ILMIAHNYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s